Jakarta, Aktual.co — Tiongkok menolak perpanjangan batas waktu pembicaraan program nuklir Iran untuk mencapai kesepakatan dengan negara Barat, kata Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi di Teheran, Minggu (15/2).

“Batas waktu dialog sudah diperpanjang dua kali. Kami harap mereka tidak melakukan untuk yang ketiga kali,” kata Wang dalam jumpa pers bersama Menlu Iran Mohammad Javan Zarif.

Wang menilai dialog Iran dengan negara P5+1 (Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris dan Jerman) adalah kesempatan bersejarah untuk menyelesaikan sengketa lama nuklir Teheran.

“Perundingan mengalami kemajuan, namun menjadi lebih sulit dan rumit ketika mendekati kesimpulan akhir,” kata Wang.

Menlu Zarif juga menyatakan bahwa kesempatan tersebut tidak boleh disia-siakan agar kesepakatan tercapai dan menyatakan Iran siap memperlihatkan sikap luwes dalam berdialog dengan negara P5+1.

Sebelumnya, dua batas waktu untuk mencapai kesepakatan permanen atas program nuklir Iran telah terlewati sejak persetujuan sementara tercapai pada November 2013.

Perunding terus berusaha mencapai kesepakatan politik pada 31 Maret, dimana selanjutnya pada 30 Juni 2015 persetujuan teknis dan pembahasan yang lebih luas akan dilakukan.

Ganjalan dalam dialog sebelumnya adalah ketidaksepahaman tentang kelanjutan program nuklir Iran dan kapan sanksi atas Tehran akan dicabut.

Negara Barat kerap menuding Tehran mengembangkan program senjata nuklir, tuduhan yang selalu ditolak oleh Iran.

Artikel ini ditulis oleh: