Jakarta, Aktual.co — Produktivitas dan kinerja pertambangan nasional butuh peningkatan, terutama dalam kualitas sumber daya manusia (SDM), kata Kepala Pengembangan Standarisasi Kompetensi Kementerian Tenaga Kerja Muchtar Azis.

“Presentase jumlah pekerja pertambangan masih didominasi pekerja berpendidikan SD, dari 59 negara yang disurvei tahun 2012 jumlah jam bekerja negara Indonesia berada di urutan ke delapan sedangkan produktivitas kerja pertambangan Indonesia berada di urutan ke-58” kata Muchtar pada seminar nasional di Kampus ITB Bandung, MInggu (15/2).

Tema yang digelar Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMT) ITB itu bertema “Peranan Undang-Undang Keinsinyuran dalam Meningkatkan Kompetensi Sarjana Teknik untuk Pembangunan Indonesia melalui Industri Pertambangan”.

Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 , kata Muchtar, pemerintah harus ada upaya peningkatan produktivitas kerja sektor itu. “Kunci daya saing adalah produktivitas dan kualitas yang bisa didorong jika memiliki kompetensi dan profesionalismenya melalui lembaga berkompetensi untuk mendorong SDM berkompetensi,” katanya.

Menurut Muchtar, kualitas sumber daya manusia untuk pertambangan Indonesia masih rendah. Mutu kualitas SDM rendah, sertifikasi dari Asean Chartered Profesional Engineer hanya 124 orang dari 600.000 sarjana teknik atau insyinyur Indonesia.

Sementara itu Wakil Gubernur Jabar H Deddy Mizwar mengatakan, perlunya mendorong lulusan sarjana teknik profesional untuk pembangunan industri nasional. “Tentu kita perlu mendorong lulusan teknik yang profesional guna mendukung pembangunan industri nasional demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” kata Dedi Mizwar.

Seminar nasional itu menampilkan sejumlah pembicara antara lain Dekan FTTM Prof Sri Widiyantoro, Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Mohamad Nur Heriawan, Guru Besar Teknik Geofisika ITB, Prof Dr Djoko Santoso, Direktur Eksekutif Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Faizal Safa, Kasubdit Pengembangan Standardisasi Kompetensi Kementerian Tenaga Kerja Muchtar Azis, Kepala Bidang Standardisasi LSP Nur Hardono dan Direktur Operasi PT Antam Tedy Badrujaman.

Selain itu HMT ITB akan gelar Night Festival, merupakan acara puncak sekaligus penutup dari Minefest 2015 yang diadakan di Lapangan Basket ITB. Salah satunya menyampaikan kegiatan edukatif tentang industri pertambangan.

Artikel ini ditulis oleh: