Jakarta, Aktual.co —Saat ini, alat transportasi udara bukan saja telah membawa Timor-Leste menuju negara lain di belahan dunya, tetapi juga akan  mempermudah dan mempercepat perjalanan masyarakat Timor-Leste dari kabupaten menuju ibu kota negara. Rencana, penerbangan domestik tersebut, walaupun baru akan terrealisasi  pada pertengahan tahun 2015, akan tetapi masyarakat terutama yang belum pernah menggunakan jasa penerbangan udara, sudah tidak sabar untuk terbang bersama Air Timor.

“Seumur hidup saya, kita hanya menggunakan transportasi darat seperti Bis dan Angguna untuk melakukan perjalanan dari Distrik ke Dili. Jadi, apabila Air Timor benar akan terbang menuju kabupaten, maka kami tidak akan melewatkan kesempatan itu untuk merasakan bagaimana rasanya naik pesawat”, kata Alvaro Menezes di Same kepada Tempo Semanal belum lama ini.

Namun ketika mendengar penjelasan bahwa, rute penerbangan pertama hanya Baukau, Atauro dan Oecussi, Menezes berkomentar bahwa, untuk periode penerbangan berikutnya, sebaiknya kabupaten lain di Timor-Leste juga mendapatkan layanan penerbangan Air Timor, agar supaya masyarakat dapat menggunakan penerbangan udara walaupun pertama dan terakhir  dalam hidup mereka.

“Saya fikir, untuk pencobaan bisa hanya tiga distrik saja, akan tetapi untuk seterusnya, sebaiknya dilakukan juga ke distrik lain di teritori Timor-Leste, supaya mereka yang ingin cepat tiba di Dili atapun ke distrik bisa mencapai tujuan dalam waktu beberapa menit, begitu juga yang mungkin sering sakit pinggang, mungkin dehan hadirnya penerbangan domestik, dapat meringankan beban para sakit pinggang”, katak Alvaro dengan sedikit humor.

Namun, pemerintah tentunya harus memuluskan perencanaan penerbangan domestik seperti, ijin terbang, fasilitas bandara dan lain sebagainya. Terutama, tidak boleh ada sedikit intervensi politik dalam hal penerbangan. Karena rencana penerbangan Air Timor menuju distrik, merupakan bagian dari pembangunan negara Timor-Leste pada sektor transportasi udara, mengingat  saat ini belum ada satupun penerbangan domestik.

Untuk mengetahui informasih lebih lanjut seputar Air Timor, berikut kilasan informasih yang disampaikan oleh Deputy Chief Operating Officer (COO), Andisuari Dewi seperti dibawah ini. “Saat ini, Air Timor teleh membuka head officenya di Timor Plasa. Jadi, bagi yang ingin melakukan perjalanan menuju Bali, Singapure bisa langsung datang ke Air Timor di Timor Plaza untuk membeli tiket, ataupun melalu agen-agen di Dili dan melalu website”, katak Dewi. Untuk perkembangan berikutnya mengenai pembuatan tiket, Air Timor akan menyediakan untuk destinasi kelanjutan. Jadi, bisa juga Dili-Denpasar-Jakarta dan Jakarta-Denpasar-Dili. Jadi untuk tahap berikutnya Air Timor akan menyediakan tiket penerbangan seperti itu, katanya.

Sementara itu, menurut rencana, Air Timor juga akan membuka jalur penerbangan baru ke Darwin, Australia. Menanggapi soal rencana tersebut Dewi mengatakan, Darwin merupakan agenda Air Timor, begitu juga untuk penerbangan domestik. Untuk penerbagan Denpasar-Dili-Darwin, kami target paling lambat pertengahan tahun 2015. Hal ini dikarenakan masih ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh Air Timor, sebagai sebuah perusahaan penerbangan. Begitu juga untuk penerbangan rute domestik, rencananya pada tahun ini Air Timor akan melakukan penerbangan untuk rute-rute domestik seperti; Dili-Baukau, Dili-Atauro dan Dili-Oecussi.

Sementara itu, untuk kepastian penetapan agen di Darwin, beliau mengatakan bahwa, untuk Darwin, tahun lalu kami sudah melakukan survey ke Darwin, karena kami beranggapan bahwa, pelaksanaan penerbangan rute Denpasar-Dili seterusnya ke Darwin akan dilakukan. Akan tetapi, untuk mendapatkan aprovelnya masih agak susah, baik itu dari pihak Timor-Leste maupun pihak Australinya.

Namun, untuk menentukan agen di Darwin, kami sudah melakukan pendekatan, Cuma sekarang masih di frees atau berhenti untuk sementara waktu sampai rute itu benar-benar ada. Akan tetapi, untuk Jakarta kami sudah mempunyai agen atau biro perjalanan di Bayuana, dan itu juga suda punya cabang-cabang lainnya di Indonezia seperti di Surabaya, Jokja, Bali dan Jakarta.

Sementara untuk biro-biro perjalanan, COO tersebut mengatakan, saat ini Air Timor mempunyai beberapa yaitu, Bayuana, Bali Trafex, WSP, Sukma Bali, Alden dan Express. Jadi kami punya 6 agen dan itu pun mulai bulan January, kami  menyediakan seorang tenaga pemasaran untuk melakukan pendekatan kepada biro-biro perjalan itu, untuk menambah networking Air Timor. Sementara di Dili, agen-agen di Dili adalah agen Air Timor. Jadi kalaupun ada agen baru yang tertarik untuk menjadi ticketing in sells agen, Air Timor bisa memberikannya. Selain membeli tiket melalui agen, Air Timor juga menyediakan tiket melalui wesite. Jadi bagi yang membeli tiket melalui website, bisa memboking tiket dan mengisinya.

Untuk penetapan dan persediaan sumber daya manusia Dewi mengatakan, untuk tenaga lokal yang kita higher di Air Timor, kita memberikan pelatihan-pelatihan. Jadi, untuk head office Air Timor di Dili, kita menyediakan tenaga kerja yang lebih banyak dan beberapa di di Singapure dan Denpasar. Kalau untuk Jakarta dan tempat-tempat lain, penyediaan tenaga kerja masing-masing dipersiapakan oleh agen penerbangan.

Untuk harga tiket ke Bali, Deputy Air Timor tersebut mengatakan, untuk harga tike ke Bali dimulai dengan harga USD100 dengan promofare ditambah taxes, kemudian ada harga A class USD125, B Class USD140, K Class USD150, M Class USD160 dan paling tinggi USD260. Namun, untuk USD260, kita lepas pada hari terakhir dimana semua harga-harga murah sudah habis terjual. Jadi, harga tiket tergantung pula pada waktu booking dan load penerbangan. Dimana, kalau penerbangannya tinggi maka mungkin susah untuk mendapatkan yang murah, tetapi kalau loadnya sedikit berarti yang murah masih tersedia.

Tetapi, untuk penerbangan ke Singapure, harga tiket dijual berbeda karena penerbangan agak lama yaitu 4 jam. Sehingga harga tiket dijual mulai dari USD225, terus ada USD250, ada USD280, kemudian ada USD300, hingga USD325 dan paling tinggi USD380 untuk oneway atau sekali terbang.