Jakarta, Aktual.co —Kepala BKPM, Franky Sibarani, blusukan ke Taman Siswa Yogyakarta hari ini. Franky bertemu dengan Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa Prof Sri Edi Swasono seputar ketersediaan SDM siap kerja, seiring dengan tumbuhnya investasi ke Indonesia, baik investasi baru maupun perluasan. Franky menjelaskan, saat ini pemerintah, khususnya BKPM, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Tenaga Kerja bekerja keras mencapai target penyediaan dua juta tenaga kerja setiap tahun, seperti yang dikutip dari Metrotvnews.com.
“Elastisitas tenaga kerja kita semakin menurun. Pada 2004, setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap 450 ribu tenaga kerja. Tahun lalu, satu persen pertumbuhan ekonomi hanya mampu menciptakan 160 ribu tenaga kerja,” kata dia dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (14/). Oleh karena itu, dirinya bersama engan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri sepakat untuk mendorong pertumbuhan investasi industri padat karya. Tentunya harus diimbangi dengan ketersediaan SDM siap kerja.
Franky Sibarani dan Sri Edi Swasono, dalam pertemuan tersebut sepakat bahwa setiap investor yang menanamkan modalnya di Indonesia wajib atau harus menggunakan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri. Tentu saja, kebijakan tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan SDM siap kerja. Untuk itulah, baik Franky maupun Sri Edi menekankan peran penting Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) penyedia SDM siap kerja. “Ke depan peran SMK cukup penting untuk memastikan ketersediaan SDM siap kerja. SMK yang menjadi ujung tombak dalam menyiapkan SDM siap kerja sehingga kebutuhan tenaga kerja yang muncul seiring pertumbuhan industri dapat terpenuhi,” tambah Sri Edi Swasono.













