Jakarta, Aktual.co — PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menerima kucuran penambahan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) 2015 senilai Rp1 triliun untuk mendorong dan mengaktifkan pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK).

“PNM mendapatkan penambahan PMN tersebut untuk membantu permodalan UMK di daerah yang diselaraskan dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi,” kata Direktur Utama PT PNM (Persero) Parman Nataatmadja, di Boyolali, Senin (11/5).

Parman Nataatmadja mengatakan aktifitas pembiayaan dan pemberdayaan yang disertai dengan pelatihan bagi pelaku UMK akan tetap menjadi prioritas perusahaan.

“Ini merupakan kesempatan bersejarah bagi UMK nasabah binaan PNM, mereka dapat bertemu langsung dengan Menteri BUMN,” kata Parman Nataatmadja.

Pihaknya menilai iklim ekonomi 2015 secara optimistis masih dapat dilalui bahkan dapat lebih baik ketimbang tahun sebelumnya, khususnya peluang di sektor pembiayaan UMK.

“Kami mematok target pertumbuhan penyaluran pembiayaan lebih dari 20 persen dengan asumsi belum adanya tambahan PMN dari Pemerintah itu,” katanya.

Menurut Parman Nataatmadja, tambahan modal tahun ini, senilai Rp1 triliun tersebut akan digunakan dan dileverage oleh perusahaan untuk memperluas jaringan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Dengan menambah jaringan menjadi sebanyak 1.200 unit LAaMM, dan melayani serta mendukung UMK sebanyak 4.500 kecamatan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

“Target peningkatan UMK yang dilayani oleh PNM akan mencapai hingga 1.005.000 nasabah penerima manfaat yang akan menyerap 1,8 juta tenaga kerja di sektor UMK,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka