Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik UI Agung Suprio menyebut menteri-menteri kabinet kerja Jokowi-JK tidak profesional.
Pasalnya, banyak sekali kegaduhan yang disebabkan tidak adanya koordinasi antara menteri satu dan menteri lain termasuk kepada presiden.
“Saya lihat menterinya Jokowi nggak profesional, contoh Tedjo dalam kasus konflik KPK-Polri. Ngga akan ada kegaduhan kalau ada koordinasi. Ini kan tupoksinya Menkopolhukam. Mestinya di rapatkan dalam ranah menkopolhukam,” ujar Agung di Jakarta, Senin (11/5).
Yang kedua, lanjut Agung, adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang turut menambah daftar menteri tak profesional.
“Saya lihat keputusaan PPP dan Golkar yang ditunda PTUN menimbulkan konflik partai jelang pilkada. Harusnya Yasonna selesaikan lah itu, ini menunjukan kinerja Yasonna tidak baik,” katanya
Kemudian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno yang dinilai selalu keliru dalam membuat surat.
“Misal surat Badrodin Haiti pengganti Budi Gunawan ke DPR. Sebenarnya hal kecil, tapi kalau salah dalam administrasi negara bisa dipidanakan,” jelasnya.
Sementara itu, Agung menilai Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto dianggap tidak profesional bukan karena tidak menjembatani PDIP dan presiden melainkan tidak memaksimalkan peran Jokowi dalam hal kenegaraan.
“Saya rasa yang negatif ketika pidato KAA. Tadinya Jokowi terlihat hebat, tetapi ia (Andi) akui yang buat pidatonya, maka setelah itu Jokowi terlihat kecil.”
Selain itu, yang salah lagi adalah ketika seskab mempublikasikan data-data di IMF bahwa Indonesia masih memiliki hutang namun diklarifikasi tidak ada hutang.
Artikel ini ditulis oleh:

















