Jakarta, Aktual.co — Kasus prostitusi yang diduga telah melibatkan artis atau model berinisial AA yang dicokok Polres Jakarta Selatan, disinyalir masih ada yang lebih besar lagi.
Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Polisi Budi Waseso (Buwas) mengatakan, kasus prostitusi yang melibatkan wanita asal Sukabumi itu akan berdampak lebih besar, jika pihak Kepolisian tak menindak.
“Bukan lebih besar, tapi ada. Kasus ini terus berkembang, modusnya mungkin akan selalu berkembang dan berubah-ubah. Oleh sebab itu kita ikuti ini sekarang. Kan saya ada tim cyber,” kata Budi Waseso di Mabes Polri, Senin (11/5).
Berdasarkan pengungkapan kasus tersebut, sambung Budi Waseso, pihak Kepolisian telah menjaring 26 nomor telepon pekerja seks komersial lainnya. Namun polisi belum memastikan apakah itu benar nomor PSK kelas atas atau bukan.
Dia mengatakan, pengungkapan kasus prostitusi kelas atas itu akan terus didalami, terlebih peran para PSK yang telah ditangkap itu. “(Para artis) itu yang penting tidak melanggar hukum, itu saja, itu masalah moral ya, tapi kembali lagi nanti bagaimana dia menilai itu, apakah itu (melacur) merupakan salah satu pencarian, ya kita lihat.”
Budi pun mengaku, sudah datang ke Mapolrestro Jakarta Selatan. Menurutnya keberhasilan ini seharusnya bisa dicontoh Polres dan jajaran lain untuk mengungkap kasus serupa.
“Beberapa daerah juga sudah berhasil ungkap. Saya ke Mapolres Jaksel untuk menerima gelar perkaranya. Ini kan kerja sama semuanya, termasuk tim cyber saya bekerja untuk ini,” ujarnya.
Artis atau model AA ditangkap oleh Polres Jaksel di hotel berbintang di kawasan Kuningan Jakarta Selatan bersama RA, sang muncikari. Dalam setiap transaksinya, artis AA diperkirakan bertarif antara Rp 80 juta sampai Rp 200 juta untuk sekali kencan.
Dari hasil penyidikan pihak kepolisian, sang muncikari mendapat jatah 30 persen dari uang yang diterima sang artis sebagai imbalannya. RA telah ditahan dan AA dilepas dengan status saksi.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















