Jakarta, Aktual.co — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menantang PT Pertamina (Persero) untuk juga membubarkan Pertamina Energy Services (PES) selain PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Pasalnya, PES dinilai sebagai biang permasalahan mafia migas di Tanah Air.
Menanggapi hal itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menjelaskan bahwa saat ini PES telah direposisi keberadaannya dan berperan sebagai international third party trading milik Pertamina.
“Dia (PES) itu memasok ke luar negeri engga cuma ke kita aja. Dia masok ke Azerbaijan, Kazakhstan, Vietnam kemudian Korea Selatan, nah itu semua dengan harga pasar dengan kemampuan pasar internasional dan dia berkembang menjadi perusahaan yang profitable,” kata Wianda saat berbincang dengan Aktual di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, ditulis Senin (11/5).
Maka dari itu, sambungnya, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto selalu mengatakan bahwa nanti akan dievaluasi semua asetnya Petral Hongkong termasuk PES. “Nah kalau memang beberapa perusahaan ini ternyata profitable, berkembang jadi perusahaan yang bagus kenapa kemudian tidak kita masukan ke dalam salah satu anak perusahaan Pertamina,” ujarnya.
Wianda menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka kepada seluruh pihak auditor yang berwenang. Bahkan diakuinya BPK pun telah selesai melakukan audit terhadap PES.
“Audit open pak, mau diaudit BPK juga oke kita engga masalah karena PES juga sekarang setiap tahun diaudit. Udah selesai auditnya. Jadi kita tidak pernah melarang BPK mengaudit, KPK pun juga mau mengaudit silahkan, proses tender mau dikawal pun silahkan, jadi clear banget buat kita,” ungkapnya.
Sebelumnya, Anggota BPK bidang VII, Achsanul Qosasih menilai dibubarkannya Petral bukanlah sebuah prestasi bagi Pemerintah dan Pertamina selaku induk usaha. Pasalnya, memang sudah sejak lama Petral itu hanya menjadi perusahaan mati.
“Apakah ditutupnya Petral kemudian dikatakan Pertamina hebat? Tidak, karena memang petral itu perusahaan kosong,” kata Achsanul.
Dirinya justru menantang Pemerintah dan Pertamina untuk membubarkan Pertamina Energy Service (PES) yang disebutnya selama ini menjadi biang dari carut marutnya permasalahan Migas di Tanah Air.
“Tapi kalau berani tutup PES, ga ada yang tahu, disitulah yang sebenarnya. Di satu sisi ada juga ISC (Integrated Supply Chain, unit usaha Pertamina), orangnya ISC yah orang PES, orangnya dia-dia juga, dia yang beli dia yang atur, dia yang hukum, dia yang denda, dia yang bayar. Yang begini-begini saya sudah sampaikan dihasil pemeriksaan,” terangnya.
Achsanul juga mengungkapkan bahwa selama ini sudah banyak orang tertipu dengan isu Petral sebagai sumber mafia migas.
“Saya rasa kira semua sudah tertipu, Petral, Petral, Petral di kepala kita itu Petral mafia migas,” sebutnya.
Artikel ini ditulis oleh:














