Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengingatkan jika Presiden Jokowi tidak melantik Komjen pol Budi Gunawan sebagai kapolri terpilih, maka presiden telah menampar tiga wajah.
Demikian dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kepada wartawan usai meresmikan lahan parkir motor DPR RI, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/2).
“Kalau anda (presiden) tidak melantik (Budi Gunawan) setidak-tidaknya ada tiga muka yang anda tampar,” tegas Fahri.
Dijelaskan, Presiden Jokowi secara langsung menampar mukanya sendiri. Artinya, sistem dalam kelembagaan presiden tidak becus dalam bekerja.
“Kemana itu Kompolnas, Intelejen Negara, kemana sesneg yang mengevaluasi, dan kemana kepolisian dalam memilih kapolri baru. Kalau menganggap orang yang dipilih ini bermasalah, dia menampar muka sendiri, presiden menampar sistem yang bekerja untuk dia,” ucap dia.
Yang kedua, sambung Fahri, presiden menampar wajah DPR RI, karena DPR telah merestui proses surat pencalonan kapolri dari presiden, untuk menyegerakan. “Begitu disegerakan DPR, tiba-tiba presiden diam, itu wajah kedua yang ditampar,” ujarnya.
Dan yang ketiga, Presiden Jokowi menampar muka Budi Gunawan itu sendiri.
“Orang itu sudah datang dan mempresentasikan, habis itu mau ditampar juga mukanya. Kan bahaya,”
“Ada jalan baik, lantik dan kemudian non aktifkan. Setelah dinonaktifkan baru lihat prosesnya, kan begitu cara bersikap,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang