Jakarta, Aktual.co — Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2014 sebesar 5,02 persen relatif tidak terlalu buruk dan masih cukup bagus dibandingkan negara kawasan lainnya.
“Pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2014 5,02 persen memang tidak jauh berbeda dari perkiraan BI (5,1 persen). Kalau dilihat dari 5 tahun terakhir memang terendah,” ujar Perry di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (6/2).
Perry mengatakan penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut memang merupakan konsekuensi dari kebijakan stabilisasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama pemerintah.
“Sejak 2013 sampai 2014 kita memang menghadapi tekanan besar dari luar negeri. Jadi dengan stabilisasi yang kita lakukan dan capaian kinerja 5 persen itu sebetulnya masih sesuai dengan perkiraan BI,” kata Perry.
Namun, untuk 2015, Perry optimistis pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi di kisaran 5,4-5,8 persen atau secara moderatnya 5,6 persen.
Menurut Perry, pada tahun lalu daya dukung pemerintah sangat minim karena ruang fiskal relatif terbatas di mana besaran subsidi cukup besar dan di satu sisi harus menjaga defisit transaksi berjalan tidak tambah melebar.
“Tahun ini ruang fiskalnya sangat besar dan dari sisi fiskal untuk dorong pertumbuhan itu akan jauh lebih tinggi, sehingga kita akan confident (percaya diri) untuk pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi dan ini akan mendorong kegiatan ekonomi,” ujar Perry.
Ia menambahkan, adapun untuk sumber-sumber pendorong pertumbuhan ekonomi bisa didapatkan dari investasi dan konsumsi pemerintah dan swasta yang dinilai masih cukup baik.
“Ini yang akan mendorong kegiatan ekonomi kita,” kata Perry.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka
















