Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi V DPR Sadarestuwati menilai Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) tidak melaksanakan pekerjaannya atau jalan ditempat, dalam pembangunan di pulau Madura selama lima tahun.
“Saya lihat BPWS ini jalan di tmpat, kalau jalan ya hanya untuk di pengmbangan SDM tetapi tugas inti BPWS yang sekian tahun lalu itu ‘stuck’,” ujar Sadarestuwati, pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi V DPR, Kamis (5/2).
Diharapkan, BPWS yang baru bisa bekerja untuk menyelesaikan apa yang harus di tangani, termasuk ‘masterplan’ yang sudah dibuat dan dipaparkan di Komisi V pada tahun lalu. Selain itu, BPWS harus lebih fokus pada pembangunan sisi Madura yang paling dekat dan jelas terlihat ketika menyebrang jembatan suramadu.
Menurutnya, daripada dana yang dianggarkan hanya digunakan untuk pelatihan SDM, alangkah baiknya pekerjaan pembangunan yang belum dilakukan bisa dilaksanakan. Jika kesulitan dalam menerima persetujuan pemerintah daerah, maka secara intensif BPWS harus terus melakukan komunikasi dengan pemerintah di Madura.
“Saya rasa jika ini tercapai pasti orang Madura sudah lebih lunak dan pekerjaan ini bisa dilaksanakan.”

Artikel ini ditulis oleh: