Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersikeras mengupayakan penyertaan modal negara (PMN) perusahaan pelat merah seperti PT Bank Mandiri Tbk, PT Krakatau Steel Tbk, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia kepada DPR RI.

“Saat ini pembahasan PMN masih dibicarakan di DPR. Kami akan lihat nanti kelanjutannya,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2).

Dirinya akan terus mempelajari dan mendiskusikan upaya PMN tiga BUMN tersebut dengan berbagai pihak. Apabila DPR menolak PMN di tiga BUMN tersebut, dirinya akan berusaha untuk mencari jalan keluarnya.

Untuk diketahui, Komisi XI DPR RI mengaku keberatan dengan usulan Pemerintah untuk menyuntikan dana segar melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bahkan, komisi XI DPR RI juga mengisyaratkan bahwa pihaknya akan menolak usulan tersebut.

“Saat ini Bank Mandiri mengajukan PMN sebesar Rp5,6 triliun, disatu sisi Bank Mandiri merupakan kategori perusahaan BUMN besar dan terbuka (Tbk). Akan tetapi dalam pengajuan PMN tidak memiliki alasan yang cukup dan tidak pro terhadap rakyat,” kata Fadel.

Selain itu, kata dia, alasan lain Bank Mandiri mengajukan PMN untuk mengakuisisi bank dan ingin masuk kategori bank terbesar di ASEAN, jika dilihat dari segi politik, tujuan itu sangatlah tidak perlu karena tidak memiliki dampak bagi rakyat. Disisi lain Bank Mandiri juga memiliki alasan untuk membiayai program infrastruktur, namun ternyata proyeksi Bank Mandiri sebdiri untuk pendanaan infrastruktur hanya satu persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka