Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin masih mampu berada di zona hijaunya. Meskipun indeks properti dan perkebunan menurun, namun masih adanya aksi jual asing yang lebih besar dari sebelumnya dan diikuti dengan masih menguatnya laju Rupiah mampu mempertahankan IHSG di zona hijaunya.
Namun, pasca pemberitaan terkait pemberian suntikan modal, saham-saham konstruksi BUMN mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Jika pemberian tersebut dilakukan melalui mekanisme right issue, dimana harga dari right issue tersebut berada jauh di bawah harga pasar.
“Kondisi inilah yang dialami oleh ADHI, dimana setelah dirilis berita akan right issue di harga Rp2.525 langsung membuat saham ini ambruk,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonsia (WKSI).
Pada perdagangan Kamis (5/2) IHSG diperkirakan Reza berada pada rentang support 5.288-5.300 dan resisten 5.330-5.350. Menurutnya, aksi profit taking kembali terjadi, tidak hanya karena berita harga right issue emiten penerima PNM pemerintah, namun antisipasi akan dirilisnya data GDP Indonesia.
“Dengan ekspektasi rilis GDP akan melemah maka kami melihat adanya potensi bagi IHSG akan kembali mengalami pelemahan. Namun demikian, kami masih berharap pelemahan yang terjadi tidak terlalu dalam,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka














