Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo menggelar rapat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membahas tingginya suku bunga perbankan. BI dan OJK menjelaskan bahwa suku bunga belum bisa diturunkan karena masih tingginya inflasi.

Selain membahas masalah moneter, rapat koordinasi ini juga membahas perkembangan perekonomian dan investasi.

“Tadi lebih membahas perkembangan ekonomi, investasi gimana, dua tahun ini seperti apa,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani di Jakarta, Jumat (4/2).

Franky mengungkapkan bahwa dalam rapat koordinasi menggambarkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) untuk sektor manufaktur cenderung melambat dan ada peningkatan di sektor jasa.

Franky juga mengungkapkan penyerapan tenaga kerja dalam dua tahun terakhir hanya sekitar 200 ribu, sehingga harus ada konsolidasi untuk mewujudkan visi misi presiden penyerapan 2 juta tenaga kerja.

“Pertumbuhannya diperkirakan 5,8 persen, otomatis harus ada konsolidasi sektor-sektor,” katanya.

Dia juga mengatakan perlu adanya investasi yang padat karya agar bisa mewujudkan penyerapan 2 juta tenaga kerja tersebut.

Rapat koordinasi di jakarta, Rabu, ini juga dihadiri Wakil Presiden, Menko Perekonomian, Menteri ESDM, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Agraria, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri BUMN, Kepala BKPM, Ketua DK-OJK, dan Wakil Menteri Keuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka