Jakarta, Aktual.co — Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengklaim bahwa pengungkapan cerita pertemuan yang terjadi antara dirinya dengan Abraham Samad (AS) bukan sebagai desain besar menghancurkan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Demikian dikatakan Hasto kepada pimpinan Komisi III dalam rapat dengar pendapat (RDP), di Gedung DPR RI, Senayan, Rabu (4/2).
“Secara tegas saya mengatakan bahwa cerita ini muncul karena memang berkorelasi dengan penetapan status tersangka (Komjen Budi Gunawan) tersebut,” kata Hasto.
Padahal, sambung Hasto menilai, jika penetapan tersangka Komjen Budi Gunawan oleh KPK melalui satu tangan orang yang diamini oleh publik.
“Publik dengan kepercayaan begitu besar terhadap KPK pun menganggap temunan ini sebagai temuan mutlak yang seolah menjadi fakta yang seoalah tidak terbantahkan bahwa calon kapolri adalah tersangka,” ujar dia.
“Sehingga seolah-olah menjadi kebenaran mutlak. Saya ingat betul ketika itu diumumkan (penetapan) ada gambaran emosional,” tukasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
















