Jakarta, Aktual.co —   Bank Indonesia (BI) selama 2014 menerima sebanyak 5,195 miliar lembar uang kertas tidak layak edar, naik 4 persen dibandingkan 2013 yang tercatat 5,017 miliar lembar. Uang tidak layak tersebut sebelumnya sudah beredar di masyarakat dan masuk kembali ke BI dalam kondisi lusuh, sobek, rusak, ataupun uang yang telah ditarik dari peredaran.

“Untuk menjaga agar uang Rupiah yang beredar di masyarakat senantiasa berada dalam kondisi yang bersih dan layak edar (clean money policy), Bank Indonesia mengganti uang tidak layak edar tersebut, dengan jumlah yang sama sehingga dapat memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara, di Jakarta, Rabu (4/2).

Adapun uang yang tidak layak edar tersebut dimusnahkan oleh Bank Indonesia dengan cara meracik, melebur, atau cara lainnya, sehingga tidak lagi menyerupai uang Rupiah.

Bank Indonesia menerbitkan Peraturan BI No.17/1/PBI/2015 tanggal 30 Januari 2015 tentang Jumlah dan Nilai Nominal Uang Rupiah yang dimusnahkan pada tahun 2014, dalam rangka pemenuhan amanat Pasal 18 ayat (2) Undang-undang No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Kebijakan Bank Indonesia dimaksud juga mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/7/PBI/2012 tentang Pengelolaan Uang Rupiah.

“Mayoritas jumlah uang tidak layak edar yang dimusnahkan pada tahun 2014 merupakan pecahan Rp5.000 dan Rp2.000, yakni mencapai 46 persen dari total uang Rupiah yang dimusnahkan,” kata Tirta.

Komposisi jumlah uang yang tidak layak edar di atas, dipengaruhi oleh preferensi masyarakat dalam menggunakan pecahan nominal tersebut dalam melakukan transaksi.

Selain menjadi salah satu bentuk penghargaan kepada mata uang Rupiah, lanjut Tirta, uang yang berkualitas baik juga lebih mudah dikenali ciri-ciri keasliannya.

“Dalam rangka menjaga kualitas uang yang layak edar, Bank Indonesia senantiasa melakukan sosialisasi dan edukasi untuk mendorong masyarakat memperlakukan Rupiah dengan baik melalui cara tidak melipat, tidak mencoret, dan tidak merusak dengan melubangi uang,” ujar Tirta

Artikel ini ditulis oleh:

Eka