Jakarta, Aktual.co — Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) Faisal Basri menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang ditetapkan pemerintah di Rp6.600 per liter masih mahal dibandingkan harga BBM di negara lain.

“Harga BBM premium di Rp6.600 itu mahal banget. Jadi jangan respect kalau harga BBM bisa diturunkan hingga 2 kali,” ujar Faisal Basri di Jakarta, ditulis Rabu (3/2).

Menurutnya, harga BBM jenis Pertamax di Amerika Serikat (AS), pada 1 Februari 2015 adalah USD2,056 per gallon. Artinya dengan kurs Rupiah pada 1 Februari 2015 sebesar Rp 12.688 per dolar AS, maka harga Pertamax di AS tersebut dijual Rp6.891 per liter.

“Coba bandingkan dengan Indonesia, harga Rp6.600 cuma dapat premium (Ron88). Rakyat Indonesia tidak ada yang protes, dapat premium busuk tapi harganya mahal,” tegasnya.

Seperti diberikan sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Dwi soetjipto menjelaskan data penghitungan harga Premium periode 25 Desember hingga 24 Januari 2015 yang menjadi patokan harga per Februari 2015.

“Harga dasar mengacu harga pasar di Singapura (MOPS) USD56,11 per barel dengan penetapan kurs Rp12.517 per USD. Dengan asumsi tersebut didapat MOPS Rp4.417 per liter,” kata Dwi.

Lanjutnya, hitungan harga tersebut lalu ditambahkan dengan stok Premium yang ada sebelumnya atau komponen stok sebesar Rp350. Kemudian ditambah biaya distribusi, penyimpanan storage dan mobil tangki dengan tambahan biaya Rp245 per liter.

“Kemudian ditambah margin Pertamina sebesar Rp54 dan margin SPBU sebear Rp270,” ujarnya.

Setelah itu, sambungnya, harga tadi ditambah lagi dengan kompensasi biaya distribusi keluar Jawa dan Bali sehingga harga disemua provinsi sama di Indonesia yaitu sebesar Rp114,79 per liter.

“Sehingga didapatkan harga Rp5.726,73 sebelum pajak,” paparnya.

Terakhir, harga pokok Premium masih harus ditambahkan dengan PPN sebesar 10 persen atau setara Rp572 per liter, serta pajak bahan kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar Rp283 .

“Jadi dapat harga total Rp6.585,74 per liter, kemudian dibulatkan menjadi Rp6.600 per liter,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka