Jakarta, Aktual.co — Entah mengapa hubungan kedua negara yang serumpun ini, Indonesia-Malaysia tidak pernah akur. Beberapa waktu yang lalu, Malaysia mengklaim lagu daerah Indonesia milik Malaysia. Kemudian, batik juga diklaim milik Negeri Jiran. Beruntung bukan bendera Merah Putih atau Garuda Pancasila yang diklaim punya Malaysia.

Baru-baru ini, situasi Indonesia-Malaysia kembali memanas setelah didapati sebuah iklan produk Malaysia yang menghina WNI yang bekerja di sana, khususnya diperuntukkan bagi pembantu rumah tangga (PRT).

Akar permasalahan terjadi ketika, sebuah perusahaan Robovac di Malaysia membuat iklan produknya yang terkesan sangat merendahkan kemampuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), “Leading RoboVac Specialist, Fire Your Indonesian Maid NOW!”.

Dalam iklan berbentuk standing banner, perusahaan itu menyarankan masyarakat Malaysia untuk memecat para pembantu mereka yang berasal dari Indonesia, dan menggantikan dengan produk robot pembersih rumah buatan mereka.

Ajakan tersebut dipertegas dengan menggaris bawahi kata “Indonesia”. Seolah perusahaan itu ingin menyampaikan bahwa produk mereka lebih baik dari seorang TKI, yang bekerja sebagai pembantu.

Foto iklan milik perusahaan Robovac itu, pertama kali dimuat dalam akun Facebook milik Okina Fitriani. Dalam akunnya, Okina menuliskan, bahwa iklan itu sangat berbau rasis. Ia pun mengatakan akan mengadukan iklan ini ke Kementerian terkait.

Sekedar informasi, kantor pusat Robovac Malaysia berada di  Unit 30-3, 3rd Floor, Red Carpet Avenue, Encorp Strand, Jalan PJU 5/22,  Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya, Malaysia.

Perusahaan tersebut menjual robot pembersih rumah, mulai dari alat pengepel lantai, vacum cleaner hingga robot untuk membersihkan kolam renang.

Di tempat yang berbeda, anggota komisi IX asal PDIP Ribka Tjiptaning Proletariat memberikan protes keras atas isi iklan itu. Malaysia dinilainya,  tidak menaruh hormat dan bersahabat terhadap Indonesia.

“Itu sudah keterlaluan. Saya berharap Jokowi memperlihatkan Trisaktinya. Tak hanya bersuara tapi bertindak sebagai Presiden berani stop TKI ke Malaysia,” kata Ribka, kepada wartawan, di Gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa (3/2).

Lanjutnya, PDIP sejak dari dulu meminta moratorium TKI ke Malaysia. Kesal ia, ‘Negeri Jiran’ tersebut tidak pernah puas bersitegang (bermusuhan) dengan Indonesia dari dulu.

Artikel ini ditulis oleh: