Jakarta, Aktual.co — Jenazah tanpa identitas ditemukan mengapung di laut sekitar perairan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/2) sekitar pukul 09.30 WITA.
Adi, salah seorang warga yang ikut membawa jenazah tanpa identitas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram itu, mengatakan jenazah tersebut pertama kali ditemukan nahkoda kapal barang bernama Charlos.
“Seperti biasa, saya menunggu wisatawan yang membutuhkan jasa transportasi di Pelabuhan Teluk Nare. Tiba-tiba saya mendapat kabar sebuah kapal barang menemukan sesosok mayat yang mengapung di tengah laut,” kata dia di lokasi kejadian.
Tidak lama kemudian, kata dia, datang beberapa anggota kepolisian setempat. “Katanya mau mengevakuasi mayat yang ditemukan mengapung di tengah laut,” kata Adi.
Sekitar satu jam lamanya, lanjut Adi, polisi datang menggunakan perahu begitu pun warga dengan membawa kantung berwarna kuning yang mengeluarkan aroma tidak sedap. “Kami menduga di dalam kantong itu isinya jasad yang ditemukan nahkoda kapal,” ucapnya.
Selanjutnya, kantong kuning yang diduga berisi jasad itu diangkut menuju kendaraan jenazah milik RS Bhayangkara Mataram yang sebelumnya sudah siap di Pelabuhan Teluk Nare.
“Setelah diturunkan dari perahu, saya ikut membantu mengangkat jasadnya ke dalam mobil jenazah dan disuruh ikut,” katanya.
Kemudian, sekitar pukul 13.00 WITA, mayat tanpa identitas itu sampai ke RS Bhayangkara Mataram. Nampak sebuah kendaraan roda empat berwarna putih membuntutinya dari belakang yang didalamnya terdapat empat orang warga negara asing asal Brasil.
Setelah jasad diturunkan dari kendaraan menuju ruang visum, keempat WNA asal Brazil itu pun ikut masuk dan meminta izin kepada tim forensik RS Bhayangkara Mataram untuk melihat jasad tanpa identitas yang ditemukan di sekitar perairan Pemenang, Lombok Utara.
Sehubungan hal itu, Kepala Bidang Humas RS Bhayangkara Mataram AKP I Wayan Redana menjelaskan bahwa keempat WNA asal Brasil itu ingin memastikan apakah jenazah itu temannya yang hilang sejak lima hari yang lalu.
“Mereka berasal dari Brasil, ada seorang temannya sejak lima hari yang lalu belum juga kembali ke tempat penginapannya di gili,” ujarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















