Jakarta, Aktual.co — Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut, dalam materi pemeriksaan di Mabes Polri, penyidik Bareskrim menanyakan soal pertemuan Abraham Samad dengan elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Hasto menjelaskan kepada penyidik, bahwa pertemuan antara ketua KPK dan elit PDIP itu atas inisiatif dari Abraham Samad. Ikwal pertemuannya itu, kata Hasto, petinggi parpol itu mau hadir, dikarenakan mereka menghargai Abraham sebagai petinggi KPK.
Namun dia menyanyangkan pertemuan tersebut di kotori oleh ambisius Abraham yang mau maju sebagai calon wakil Presiden di Pilpres 2014. “Kami menyayangkan pertemuan tersebut sangat ambisi politik,” kata Hasto, di kantor Mabes Polri, Selasa (3/2).
Hasto menambahkan, tidak seharusnya AS bertindak di luar aturan kewenangannya sebagai Ketua KPK. “Beliau memiliki kewenangan yang besar di lembaga yang sangat di percaya masyarakat,” ucap Hasto.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia M Yusuf Sahide melaporkan Abraham Samad ke Bareskrim Mabes Polri berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/75/1/2015/Bareskrim tertanggal 22 Januari 2015.
Yusuf menduga Abraham kerap beraktivitas politik dengan bertemu pengurus partai politik di luar ranah tugas pokok fungsi sebagai pimpinan KPK.
Abraham terancam dijerat Undang-undang KPK Pasal 36 junto Pasal 65 UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK terkait melakukan pertemuan dengan pihak yang perkaranya ditangani KPK.
Yusuf melaporkan Abraham berdasarkan informasi melalui Blog Kompasiana berjudul “Rumah Kaca Abraham Samad”.
Artikel itu mengungkapkan Abraham Samad pernah beberapa kali bertemu dengan petinggi parpol dan membahas beberapa isu termasuk tawaran bantuan penanganan kasus politisi Emir Moeis yang tersandung perkara korupsi.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu












