Jakarta, Aktual.co — Ekspor liquifed natural gas (LNG) atau gas alam cair PT Pertamina ke Vitol Group dan Glencore sebesar USD90 juta atau Rp1,2 triliun tanpa izin pemerintah berbuntut panjang. Energy Watch Indonesia (EWI) menilai ekspor LNG yang dilakukan Pertamina sarat pelanggaran hukum dan berpotensi merugikan negara.
“KPK harus segera usut kasus ini. Pertamina tidak memiliki ijin ekspor LNG baik dari kementerian ESDM maupun Kementerian Perdagangan. Apalagi harga jual ekspor LNG nilainya di bawah harga pasar yang diperdagangkan,” ujar direktur Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean di Jakarta, Selasa (3/2).
Menurutnya, harga ekspor lebih murah daripada harga lokal patut dipertanyakan. KPK layak turun tangan mengusut masalah ini karena menyangkut keuangan negara yang sangat banyak.
“KPK jangan hanya sibuk mengusut kasus-kasus yang menyerempet politik sementara kejahatan mafia migas dibiarkan terus berlangsung,” tegasnya.
Pertamina juga harus menjelaskan ke publik secara terbuka, mengapa ngotot melakukan ekspor LNG, sementara Pertamina tidak mengantongi ijin ekspor. Pertamina juga harus menjelaskan terkait harga jual ekspor LNG di bawah harga jual lokal.
“Ini kebiasan jahat mafia migas, ketika kita impor harganya selalu lebih tinggi. Namun ketika ekspor harganya selalu lebih rendah. Pertamina sebaiknya merubah paradigma kinerjanya, Pertamina itu milik bangsa dan ada untuk kemakmuran rakyat bukan untuk kemakmuran segelintir orang,” ungkapnya.
Dirut pertamina Dwi Sucipto segera bertindak dan menindak mafia migas, bukan malah memelihara mafia dengan membiarkan pelanggaran hukum terjadi dan terus menerus membiarkan perampokan kekayaan Bangsa terjadi.
Nama Vitol belakangan muncul dalam beberapa kasus, seperti tender perdana ISC-Pertamina yang memenangkan Socar dengan minyak mentah Azeri sebesar 2 juta barel dan Vitol dengan minyak mentah Nigeria sebesar 2 juta barel.
Vitol dan Socar pun tidak mempunyai ladang minyak, mereka hanya menjadi trader dari perusahaan perusahaan yang mempunyai ladang minyak yang berada di Rusia, Middle East ,Afrika Tengah dan Azerbaijans.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka















