Jakarta, Aktual.co — Pakistan menguji tembak peluru kendali jelajah yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Ujicoba ini dilakukan pada Senin (2/2) atau sepekan setelah pesaing utamanya, India, mencapai kesepakatan baru nuklir damai dengan Amerika Serikat.
Seorang tentara Ra’ad, menggambarkan bahwa peluru kendali itu bisa terbang rendah, serta dapat melepaskan hulu ledak nuklir atau konvensional ke sasaran hingga 350 kilometer dengan sangat tepat. Peluru kendali ini merupakan buatan dalam negeri.
Ujicoba ini membuat gusar karena sebelumnya terjadi kesepakatan antara India dan Amerika Serikat ketika Presiden Barack Obama berkunjung ke New Delhi. Kesepakatan ini memecahkan kebuntuan bertahun-tahun mengenai perjanjian tenaga atom damai di antara kedua negara.
Namun kesepakatan ini mengundang kecaman dari Pakistan, yang menyatakan kesepakatan tersebut dapat mengacaukan keamanan Asia Selatan.
Amerika Serikat dan India pada 2008 menandatangani kesepakatan bersejarah, yang memberikan India jalan ke teknologi nuklir damai, tapi sejak itu tertahan oleh kekhawatiran negara adidaya tersebut mengenai undang-undang ketat India tentang kewajiban jika terjadi kecelakaan nuklir.
India dan Pakistan sama-sama bersenjata nuklir, di samping mengelola pembangkit listrik atom damai. Mereka terlibat tiga kali perang sejak merdeka dari Inggris pada 1947.
Pakistan dan India pada awal tahun ini saling tukar daftar tempat nuklir, seperti yang diamanatkan perjanjian, yang melarang kedua negara itu saling serang sarana atom masing-masing ketika terjadi perang, kata pejabat.
Pertukaran setiap tahun pada hari Tahun Baru itu terwujud karena perjanjian 1988. Kedua negara tetangga tersebut juga menyediakan saluran telepon untuk menghindarkan kemelut nuklir tak terduga.
“Daftar itu diserahkan pejabat Komisi Tinggi Pakistan dan India di New Delhi dan Islamabad,” demikian pernyataan kementerian urusan luar negeri Pakistan, seraya menambahkan bahwa Pakistan dan India juga bertukar daftar tahanan bukan tentara di bawah perjanjian 2008.
“Kementerian luar negeri menyerahkan daftar 526 tahanan, termasuk 50 warga dan 476 nelayan, di Pakistan kepada Komisi Tinggi India di Islamabad,” kata kementerian luar negeri Pakistan.
“Daftar serupa menyangkut tahanan warga Pakistan di penjara India juga diserahkan kepada Komisi Tinggi Pakistan di New Delhi,” kata pernyataan itu, tanpa menyebut jumlah.

Artikel ini ditulis oleh: