Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani berpendapat, bahwa memang tidak mudah dalam mengelola sebuah birokrasi, karena itu perlu adanya pengurus yang mempunyai keahlian dibidangnya masing-masing.
Hal itu menyusul adanya desakan Presiden Jokowi untuk segera melakukan perombakan kabinetnya. Apalagi banyak menteri di Kabinet Kerja, tidak bekerja dengan baik atau tidak sesuai dengan Nawacita dan Trisakti.
“Dalam mengendalikan birokasi itu tidak mudah, terlebih kalau menterinya tidak punya kepiawaian dalam mengendalikan maka tentu akan menjadi masalah. Jadi kalau masalah person harus betul dipilih benar mempunyai kemampuan,” kata Haryadi dalam acara diskusi Polemik bertajuk ‘Menanti Sabda Reshuffle’ di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5).
Pasalnya, diakui Haryadi, selama enam bulan jalannya pemerintahan Jokowi-JK hampir semua sektor bidang ekonomi mengalami penurunan yang sangat drastis. Karena itu, dia menilai, pengusahan menunggu adanya perombakan kabinet tersebut.
“Saya rasa begitu, karena kami punya pandangan, kami melihat dari kinerja dan dilihat dari lahirnya kebijakan. Kalau beberapa menteri dengan style seperti itu (buruk) makin lama dipertahankan maka tunggu kehancurannya,” ujar dia.
Pun demikian, Haryadi menyerahkan sepenuhnya kepada presiden dalam melihat untuk mereshuffle para pembantunya sebagai pemilih kewenangan. “Jadi kalau dari pandangan kita perlu adanya (reshuffle), meski keputusan tetap presiden sebagai pemilik kewenangan,” kata dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang
Wisnu

















