Jakarta, Aktual.co — Alpukat merupakan sumber lemak sehat dan antioksidan. Selain mengandung kadar tinggi kalium, serat dan berbagai vitamin seperti vitamin C, E, K dan B kompleks. Buah alpukat banyak digunakan pada salad, olahan makanan dan sebagai camilan sehat.
Berikut adalah beberapa alasan kesehatan, mengapa alpukat menjadi popularitas di kalangan fanatik makanan kesehatan di India, demikian lapor laman Thehealthsite, Senin (26/1).
1. Mengatur Tekanan Darah
Alpukat, mengandung tinggi kalium dan rendah sodium yang membantu mengatur keseimbangan elektrolit dalam kadar darah tubuh dan kontrol tekanan. Zat dalam alpukat ditemukan mengandung alkohol lemak, yang memainkan peran kunci dalam menurunkan kadar tekanan darah tinggi dalam tubuh.
2. Membantu ‘Memanage’ Berat Badan
Alpukat sarat dengan protein dan serat. Alpukat bersifat instan dan membuat Anda merasa kenyang. Meskipun, alpukat tinggi kalori, alpukat memainkan peran penting dalam mengontrol berat badan Anda karena kehadiran lemak tak jenuh (lemak sehat).
3. Mencegah Kanker
Alpukat merupakan sumber yang kaya phytochemical, yang menunjukkan karakteristik kemo-pelindung dan memainkan peran penting dalam pencegahan kanker. Kehadiran antioksidan kuat seperti glutathione, vitamin C dan vitamin E bersama dengan karotenoid membuat buah berguna anti-karsinogenik.
4. Melindungi Terhadap Peradangan
Karena keberadaan nutrisi bermanfaat sehat seperti asam lemak Omega 3, pitosterol, karotenoid dan vitamin, alpukat dianggap sebagai buah alami yang sempurna untuk mengobati peradangan. Tidak hanya melindungi sel-sel tubuh dari peradangan, tetapi juga membantu mengeluarkan radikal bebas berbahaya dari dalam tubuh.
5. Baik untuk Jantung
Alpukat kaya akan vitamin E dan beberapa penelitian telah membuktikan bahwa asupan tinggi diet vitamin E menurunkan resiko penyakit jantung koroner sekitar 30 – 40 persen. Kehadiran lemak tak jenuh yang sehat seperti asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) dan asam lemak tak jenuh poli (PUFA) dalam buah alpukat ini membantu meningkatkan lipid darah yang sehat.
Artikel ini ditulis oleh:















