Jakarta, Aktual.co — Pemerintah akan menyuntik dana sebesar Rp67 triliun kepada 42 BUMN. Badan Anggaran DPR RI segera lakukan seleksi terhadap usulan pemerintah tersebut.
“Kita akan soroti efektifitas penyuntikan dana kepada 42 BUMN. Saya rasa tidak perlu ada suntikan dana kepada BUMN. BUMN itu selalu untung. Jadi tak perlu disuntik pemerintahnya. Pemerintah justru ambil keuntungan dari BUMN itu agar bisa share,” kata Ketua Badan Anggaran DPR RI, Ahmadi Noor Supit di Jakarta, Senin (26/1).
Menurutnya, salah satu BUMN yang akan disuntik adalah Bank Mandiri. “Kita akan sorot secara tajam soal penyertaan modal itu. Masak sebesar Bank Mandiri mau dikasih modal lagi, buat apa. Untungnya sudah gede,” sebut Supit.
Disebutkannya, dari dulu modus operandi BUMN adalah selalu menyatakan rugi, padahal untung.
“Mana ada perusahaan monopoli untung kecil, itu bohong besar. PLN masak rugi. Masak Rp67 triliun disuntikkan kepada BUMN yang tidak butuh, ada apa? Kita tak paham cara berpikirnya.”

Artikel ini ditulis oleh: