Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Indonesia mendesak agar PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk membangun smelter jika perusahaan tambang asal Amerika itu ingin melakukan ekspor mineral mentah.

Pasalnya, pemerintah telah memberikan keringanan melalui perpanjangan nota kesepahaman atau MoU terkait ekspor Freeport selama enam bulan kedepan.

Presiden Direktur PTFI Maroef Sjamsoeddin mengaku senang dengan adanya perpanjangan MoU yang dilakukan pemerintah. Dia akan memanfaatkan waktu selama enam bulan untuk membangun smelter yang rencanannya akan dibangun di Gresik, Jawa Timur.

“Harus betul dimanfaatkan, agar kontribusi PT Freeport dapat memberikan manfaat khususnya aset potensi itu berada di Papua,” kata Maroef Sjamsoeddin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Minggu (25/1).

Maroef mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan lokasi untuk pembangunan smelter tersebut. Menurutnya, yang menjadi hal utama dalam perpanjangan MoU tersebut adalah perkembangan soal pembangunan smelter PTFI.

“Kita tak hanya menghitung dari sisi bisnis, tapi faktor lain, bahwa ada 13.000 pekerja dan 20.000 sub kontraktor itu telah memberikan manfaat bagi pembangunan,” katanya.

Dia menambahkan, PT Freeport berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya khususnya ke Papua dan skala nasional terhadap Indonesia.

“Proyeksi ke depan, smelter ini akan mengarah pada 2 juta ton konsentrat. Jadi kalau ini bisa, diharapkan sudah 3 juta ton konsentrat per tahun. Memang kami PTFI sudah 20 tahun bekerjasama dengan Gresik kerjasama dengan Mitsubishi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh: