Jakarta, Aktual.co — Penanganan korban dan investigasi jatuhnya pesawat AirAsia Jakarta-Singapura dinilai belum memenuhi standar yang ideal. Bahkan dalam beberapa kasus, Indonesia seperti mengulang kesalahan yang sama.
“Di Jepang, semua pihak yang memberikan informasi investigasi diberikan kebebasan terhadap hukum. Sehingga pelaku tidak takut memberikan informasi, dan investigasi benar-benar menemukan penyebab kecelakaan pesawat,” ujar Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo dalam Aktual Forum, di Jakarta, Minggu (25/1).
Menurutnya, pembebasan pilot dan maskapai dari jeratan hukum akan memberikan kepastian hasil investigasi. Pilot dan maskapai akan memberikan keterangan sedetil mungkin dengan segala kemungkinan yang ada. Disamping itu, wadah komunitas keluarga korban juga perlu dibentuk untuk menjamin kelangsungan hidup.
Dirinya menceritakan ketika terjadi musibah jatuhnya pesawat, Japan airline membentuk komunitas keluarga korban agar dijamin kesejahteraannya. Mereka juga membentuk Japan Training Center untuk meningkatkan keamanan penerbangan. Selain itu, untuk memperingatkan semua orang agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, Mereka membangun monumen yang bertulsikan “Never Again.”
“Atas kejadian tersebut, CEO Japan Airline meminta maaf, membungkukkan badan dan mundur dari jabatannya. Bagaimana dengan Indonesia, apakah regulator berani mengakui kesalahan dan mundur dari jabatannya?” tegasnya.
Artikel ini ditulis oleh:















