Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana mengatakan bahwa banyak tekanan dari berbagai kelangan pasca kejadian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501.
Menurutnya, pada hari ketiga setelah hilangnya QZ8501 anggota DPR Komisi V langsung turun ke lapangan dan melakukan identivikasi bersama BPPT di Juanda.
“Berkaitan dengan pasca AirAsia adalah tekanan yang muncul dari berbagai kalangan untuk pembenahan penerbangan nasional,” kata dia, saat diskusi Aktual Forum, di Warung Komando, Tebet Jakarta Selatan, Minggu (25/1).
Meski mendapat apresiasi terhadap yang dilakukan Basarnas dan KNKT, namun banyak yang mengkritik Kementerian Perhubungan karena dinilai tidak fokus pasca kecelakaan QZ8501.
“Kami menanggapi melihat bahwa ada permasalahan serius di dunia penerbangan kita,” ujarnya.
Ditambahkan, adanya persaingan antar stakeholder di dunia penerbangan, di sisi lain merupakan perkembangan baik di dunia ekonomi.
“Di sisi lain, ada hal yang dikhawatirkan yakni keselamatan. Oleh karena itu, selesai masa reses kami mengundang menteri. Problema Menteri Jonan kurang fokus. Dalam rapat DPR ada gagasan semacam panja, ini dikhawatirkan menuju pada politis, padahal DPR sebagai lembaga negara dengan kewenangan legeslasi, pengawas dan budgeting, berharap kebijakan DPR adalah kebijakan tepat tak sekedar stempel.
Sebanyak 10 fraksi Komisi V sepakat bahwa kejadian QZ8501 bukanlah kejadian biasa dan didapati regulator memiliki kartu merah.
Artikel ini ditulis oleh:

















