Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp13.120 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.146 per dolar AS.
Pengamat mengatakan bahwa dolar AS mengalami tekanan terhadap rupiah seiring dengan sebagian pelaku pasar uang yang optimis terhadap perekonomian Indonesia akan tumbuh menyusul dana anggaran pembangunan infrastruktur yang akan segera cair.
“Ekspektasi positif itu memberi sentimen bagi mata uang rupiah meski masih cenderung terbatas, diharapkan segera terealisasi karena investor butuh kepastian,” ujar pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta, Jumat (8/5).
Ia menambahkan bahwa penguatan mata uang domestik yang masih terbatas itu juga menyusul data cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2015 tercatat menurun menjadi 110,9 miliar dolar AS, dibanding akhir bulan sebelumnya yang sebesar 111,6 miliar dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan bahwa pelaku pasar uang juga masih mewaspadai data Non-farm payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan dirilis malam ini. Selain itu, data tenaga kerja AS lainnya yang perlu dipehatikan yakni data penghasilan rata-rata per Jam di AS selama bulan April.
“Pertumbuhan penghasilan bisa berdampak positif pada kenaikan tingkat inflasi yang membuka peluang kenaikan tingkat suku bunga acuan AS, yang pada akhirnya akan mengangkat dolar AS,” katanya.
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat (8/5) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.177 dibandingkan hari sebelumnya (8/5) Rp13.065.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka












