Jakarta, Aktual.co — Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI menjalin kerja sama dengan swasta untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Kepala BPMPKB DKI Jakarta Dien Emmawati, Ketua Tim Penggerak PKK Veronica Tan Purnama dan sembilan perusahaan swasta tersebutdi Jakarta, Jumat (8/5).
Kerja sama tersebut dilakukan dengan sembilan perusahaan swasta, antara lain PT Unilever Indonesia, PT Nestle Indonesia, PT Bintang Toedjoe, PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari, Tanoto Foundation, Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).
“Kerja sama ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya kematian ibu dan anak, sekaligus mencegah terjadinya gizi buruk bagi anak-anak serta kekerasan terhadap anak,” kata Dien Emmawati.
Menurut dia, tujuan kerja sama tersebut adalah untuk lebih meningkatkan peranan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu, perilaku hidup bersih sehat, pemanfaatan pekarangan dan pelatihan kader PKK.
Dalam kerja sama itu, sambung dia, pihak swasta, salah satunya yakni PT Unilever Indonesia akan memberikan kegiatan pelatihan atau training kepada kader PKK di enam wilayah lokasi Taman Ramah Anak dan peningkatan pengetahuan kesehatan.
Kemudian, PT Nestle Indonesia juga akan membantu menyediakan para pelatih untuk pelatihan para kader posyandu di enam wilayah dan melakukan peningkatan kualitas posyandu di enam wilayah sebagai percontohan.
“Kami memberikan apresiasi kepada sembilan mitra PKK yang telah berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan program-program PKK. Kerja sama ini akan berjalan selama tiga tahun,” ujar Dien.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Veronica Tan Purnama mengungkapkan sasaran kerja sama tersebut adalah ibu dan anak karena keduanya lebih mudah diubah pola pikirnya dibandingkan kaum bapak.
“Kalau sejak dini anak-anak sudah dididik untuk terbiasa hidup sehat, lalu ibu-ibu juga diajak untuk memperhatikan kesehatan keluarga, maka keluarga di Jakarta akan ikut sehat,” ungkap Veronica.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid

















