Makasar, Aktual.co — Ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) triwulan pertama tahun 2015 mengalami penurunan dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dinas perindustrian mencatat hasil ekspor Sulawesi Selatan selama triwulan pertama 2015 hanya US$315 juta.

“Jumlah itu menurun sekitar 5,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2014, yakni US$333 juta,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan, Ahmad Habib mengungkapkan, Jumat (8/5).

Menurutnya, penurunan nilai ekspor Sulawesi Selatan tersebut dipengaruhi oleh turunnya nilai ekspor sektor pertanian, salah satunya produksi biji kakao yang turun hampir 60 persen.

Namun, ditengah penurunan nilai ekspor pada triwulan I 2015, ada produk lain yang mengalami peningkatan jumlah ekspor. Nilainya mencapai 5,6 persen.

“Kenaikan terjadi pada sektor komoditas rumput laut,” katanya.

Ia pun berharap triwulan ke II 2015 kegiatan ekspor kembali meningkat. Sejalan dengan program pemerintah Sulawesi Selatan yang mencanangkan ekspor besar-besaran pada 3 Agustus mendatang.

“Dengan program ini, peningkatan eskpor bisa mencapai tiga kali lipat,” tuturnya.

Di Sulawesi Selatan sendiri, komoditas yang menjadi andalan ekspor selama ini adalah biji kakao, rumput laut, udang segar, mete kupas dan biji kopi.

Sementara lima negara tujuan eskpor terbesar dari Sulsel adalah Cina, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang dan Belanda.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka