Jakarta, Aktual.co — Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja menyampaikan bahwa rencana investasi kilang minyak oleh Oman masih dalam tahap pengkajian.

“Ada usulan dari negara penghasil minyak seperti Iran, Irak, Oman, Kuwait, dan Arab Saudi. Mana yang paling bagus masih dikaji, nanti jadi prioritas,” kata Wiratmaja ketika ditemui di Jakarta, Jum’at (29/5).

Dia menuturkan, bahwa ke depan pihak yang terpilih untuk membangun kilang juga harus bisa bekerjasama dengan PT Pertamina selaku “offtaker” terbesar di Indonesia.

Ia pun berharap dalam kerja sama tersebut mampu dijalankan oleh “national oil company” (NOC) kedua negara, dengan tujuan efisiensi operasional.

“Kami berharapnya ‘NOC-to-NOC’, karena kalau dikelola NOC kan harganya pasti lebih bagus,” tutur Wiratmaja.

Pada kesempatan tersebut ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan empat kilang, dengan kapasitas masing-masing 300 ribu barel per hari.

Terkait dengan “crude supply” (suplai minyak mentah) juga masih dalam tahap pengkajian untuk menentukan lokasi pengolahan minyak mentah tersebut.

“Tidak semua minyak mentah bisa diolah di satu kilang, ada spesifikasi khusus. Kalau yang dari Oman juga masih dikaji dulu, itu speknya seperti apa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka