Jakarta, Aktual.co — Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo secara tegas mengatakan bahwa BI tidak pernah diintervensi siapapun. Hal ini dikatakan Agus lantaran di beberapa media banyak yang memberitakan bahwa kebijakan BI, terutama mengenai suku bunga acuan (BI rate) telah diintervensi pemerintah.

“Kami berkoordinasi tapi bukan berarti diintervensi. Saya mikir buat diintervensi saja ngga,” ujar Agus saat mengisi sambutan peluncuruan buku Kajian Stabilitas Keuangan BI No 24, Maret 2015 di gedung BI Jakarta, Jumat (8/5).

Lebih lanjut dikatakan dia, kebiajakan yang dibuat BI selama ini bukanlah hasil intervensi, namun berdasarkan pertimbangan tertentu untuk tetap menjaga stabilitas moneter.

“Kami meyakinkan kami tidak diintervensi. Kalau tidak dijaga akan berdampak pada nilai tukar yang akan berpengaruh pada stabilitas keuangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta BI untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Menurut JK, kondisi moneter saat ini sudah cukup longgar, sehingga secara perlahan bank sentral dapat menurunkan suku bunga acuannya.

“Sebenarnya sekarang sudah agak longgar dari tahun lalu. Ya nanti semoga pelan-pelan turun,” ujar JK usai memberikan sambuatnnya di acara Institute International Finance (IFF) di Jakarta, Kamis (7/5).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka