Jakarta, Aktual.co — Sering kali HIV/AIDS tertulis dan disebut sebagai satu istilah. Namun demikian, HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS.

Bila Anda terinfeksi HIV, maka Anda akan dikatakan sebagai HIV positif.  HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan.

Didiagnosa menderita HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan HIV dapat tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

Tema ini diambil oleh AIESEC untuk berkampanye hari ini di SMAN 48 Jakarta. AIESEC dan Yayasan AIDS Indonesia menjelaskan detail mengenai HIV/ AIDS tersebut.

“Disini kita ada 3 cairan yang mempengaruhi seseorang untuk terkena HIV yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain” jelas Bernhard Adilaksono W, selaku Kordinator Edutainment Yayasan AIDS Indonesia, kepada Aktual.co, di Jakarta, Kamis (15/1)

Bernhard menjelaskan, bahwa seseorang yang terkena HIV tidak akan terlihat dari luar fisiknya, untuk mengetahui virus tersebut harus dilakukannya tes darah. Itu pun tidak dalam waktu satu hari untuk mengetahui hasilnya. Tapi butuh sekitar hingga enam bulan keluar hasil yang positif.

“Dan juga, HIV tidak menular hanya melalui seks bebas atau pemakaian suntikan secara bergantian, tetapi juga seseorang yang sedang mengalami luka, lalu tidak dibersihkannya atau ditutupinya sehingga jika saja ia terkena darah orang lain yang kita tidak tahu seseorang tersebut mempunyai HIV ternyata. Lalu darahnya terkena luka kita maka virus HIV tersebut bisa berkembang,” jelasnya lagi.

Maka dari itu, AIESEC mengadakan education penting ini untuk disampaikan kepada anak-anak sekolah yang masih begitu samar tentang pengetahuan HIV dan AIDS dan juga masih cenderung bersikap diskriminatif terhadap para pengidap HIV yang seharusnya diberi semangat juang untuk sembuh.

“HIV sendiri masih dibilang virus itu karena sampai sekarang masih belum ditemukannya obat untuk menghilangkan virus tersebut. Adapun mereka mengonsumsi beberapa obat hanya untuk menenangkan virus yang berada di dalam aliran tubuh mereka, agar tenang di dalamnya,” ujar Christine Siahaan, sebagai perwakilan dari Suara Kita.

Oleh karena itu, HIV sendiri adalah bagaimana kita bisa menjaga kekebalan tubuh kita serta kebersihan diri kita untuk menjaganya. Apalagi menjaga tubuh kita dari seks bebas yang sering kita lihat di era lifestyle zaman sekarang.

Artikel ini ditulis oleh: