Jakarta, Aktual.co — Terpidana seumur hidup Akil Muchtar protes tak mendapatkan obat-obatan dari dokter Komisi Pemberantasan Korupsi. Protes tersebut karena Akil yang bersaksi di sidang Muhtar Ependy itu dalam kondisi sakit.
“Saya ada sidang lagi yang mulia, saya sebenarnya sedang sakit dari kemarin,” kata Akil saat diperiksa sebagai saksi di sidang lanjutan Muhtar Ependy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (15/1).
Berdasarkan alasan tersebut Akil meminta permohonan untuk diberikan waktu istirahat. “Karena itu mohon waktu,” kata dia.
Akil mengaku sudah diperiksa oleh dokter KPK dan sudah mendapatkan resep. Namun dia mengatakan belum mendapatkan obat dari resep tersebut.
“Kemarin sudah diperiksa dokter KPK, sudah dikasih resep, tapi sampai pagi tadi belum dapat obatnya,” kata Akil.
Mantan ketua MK tersebut meminta agar cepat mendapatkan obat sebagaimana yang menjadi haknya sebagai terpidana. “Saya demam,” kata Akil kepada wartawan.
Akil Muhtar divonis pidana seumur hidup atas dakwaan menerima pemberian suap untuk memenangkan sejumlah perkara sengketa pilkada di MK. Selain itu Akil juga didakwa dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu