Jakarta, Aktual.co —Pengamat politik dari Universitas Bengkulu Drs Lamhir Syam Sinaga MSi mengungkapkan langkah dan gebrakan Presiden Joko Widodo di pemerintahan. Hal ini memberikan dampak besar pada Pemilihan Kepala Daerah dari partai pengusung, PDIP, termasuk di Bengkulu yang rencananya akan digelar pada 2015, seperti dikutip rimanews.
“PDIP sekarang sedang dalam tren positif, namun ini semua bergantung pada Jokowi, jika dia tetap pada jalur yang benar dalam berbagai kebijakan, maka ini akan memberikan keuntungan yang besar bagi calon kepala daerah dari PDIP,” kata dia di Bengkulu, Rabu (14/1).
Ia mengungkapkan, sampai saat ini Presiden Jokowi masih menunjukkan tren positif di mata rakyat, khususnya masyarakat Provinsi Bengkulu menurut pengamatan dirinya. “Tetapi, jika calon gubernur dari PDIP ingin menang, jangan terlalu terlena oleh tren positif partai dan mengabaikan hal-hal sepele yang ternyata berakibat fatal,” ucapnya.
Seperti, masyarakat di berbagai daerah memiliki kebutuhan, yang berbeda-beda, penyerapan aspirasi dari masyarakat merupakan faktor penting pemenangan Pilkada, jangan terpaku dengan tren PDIP secara nasional. “Pilkada mulai digelar pada 2015 di beberapa daerah, artinya, pemerintahan Presiden Jokowi sudah satu tahun berjalan, ini masa transisi,” kata Lamhir.
Menurutnya, pemerintahan Presiden Jokowi memiliki rekam jejak yang baik, namun masa satu tahun kepemimpinan merupakan masa transisi, dimana program-program pemerintahan baru saja di mulai, sehingga realisasi belum terlihat nyata oleh rakyat sebagai pemilik hak suara. “Di sisi lain, akan banyak ranjau politik yang terjadi, oleh sebab itu, masa-masa seperti ini menjadi masa sulit,” ujarnya.