Jakarta, Aktual.co —Masa bakti Jenderal Sutarman sebagai Kapolri akan berakhir pada Oktober 2015. Namun pergantian orang nomor satu di Kepolisian Indonesia itu sedang dilakukan. Memilih Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo.
Apa alasan dilakukan percepatan pergantian? Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen Pol (Purn), Logan Siagian mengungkap alasan tersebut. “Beliau (Presiden Joko Widodo) ingin reformasi total di kepolisian. Kepolisian dinilai harus transparan di dalam penerimaan anggota dan pembinaan karier.
Makanya presiden ingin secepatnya pergantian kapolri,” tutur Irjen Pol (Purn), Logan Siagian di kantor Kompolnas, Jakarta, Rabu (14/1/2015). Presiden Joko Widodo telah mengajukan satu nama sebagai calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yaitu Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Budi merupakan satu satunya jenderal berbintang tiga yang dipilih Jokowi untuk menggantikan Jenderal Sutarman yang bakal pensiun Oktober 2015.
Komisi III DPR akhirnya secara aklamasi menyetujui Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Keputusan itu dibacakan Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin setelah menggelar rapat pleno yang diikuti 9 fraksi tanpa Demokrat.

Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Disclaimer
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.















