Makassar, Aktual.co — Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan membuka ruang koalisi dengan partai lain dalam menghadapi pilkada serentak akhir 2015. “Ada beberapa daerah yang sudah dijajaki dalam pilkada nanti dan kami siap berkoalisi dengan partai lain,” kata Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Usman Lonta di Makassar, Rabu (14/1).
Ia menyebutkan, ada tiga kabupaten di Sulsel yang sudah mengarah akan berkoalisi dengan partai lain salah satunya Golkar seperti di Maros, Gowa dan Bulukumba. Kendati demikian alasan mengapa ingin berkoalisi dengan partai lain, karena dirinya mengklaim mampu memenangkan pilkada dengan asumsi perolehan kursi signifikan di tiga daerah tersebut. “Syarat utama untuk mengusung calon adalah berdasarkan jumlah perolehan kursi. PAN sendiri memperoleh kursi cukup banyak di beberapa daerah,” katanya.
Usman menyebutkan untuk Kabupaten Maros, PAN mendapatkan 10 kursi unngul dari Golkar yang hanya lima kursi, sementara di Kabupaten Gowa PAN lima kursi sedangkan Golkar memperoleh sembilan kursi. “Makanya salah satu penguatan adalah berkoalisi dan saling menutupi satu sama lain dan kita tidak bisa maju secara tunggal,” sebutnya.
Dikonfirmasi terkait adanya usulan berkoalisi dengan PAN, pengurus DPD I Golkar Sulsel menanggapi hal itu secara terbuka dengan melihat konstalasi politik yang sedang berkembang. “Tidak menjadi masalah kalau itu menjadi usulan mereka, kalau kami ditawari menajdi wakil itu sah saja mengingat suara PAN dan perolehan kursi di DPRD Maros cukup besar,” ujar Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel HM Roem. 
Selain itu, saat ini bupati yang menjabat merupakan kader dari PAN dan tentu punya kans besar terhadap partai tersebut. “Semuanya bisa saja terjadi nanti, apakah nanti mengarah koalisi atau tidak kita lihat saja,” ujar Ketua DPRD Sulsel itu. Sedangkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, melalui Sekertarisnya Rudi Pieter Goni mengatakan partainya tetap mendorong kadernya untuk maju meskipun pada posisi Wakil. “Bila melihat jumlah kursi di daerah kami realistis saja karena perolehan suara minim, kemungkinan kami dorong posisi hanya wakil saja,” ujar legislator DPRD Sulsel itu.