Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri, sekaligus Wakil Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Tjahjo Kumolo menilai penunjukan Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai calon Kapolri tunggal sah-sah saja menginat Budi adalah mantan ajudan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.
“Kalau sekarang (Presiden Joko Widodo) mengambil dari ajudan Ibu (Megawati) ya sah-sah saja, tidak masalah. Satu ajudan Ibu yang lain juga menjadi KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat), Jenderal TNI Pramono Edhie. Jadi, wajar kalau mengambil orang terdekat,” kata Tjahjo usai memberikan Ceramah Umum Mendagri kepada Civitas Akademika Praja IPDN di Kampus Jatinangor, Senin (12/1).
Kata Tjahjo, faktor kedekatan yang digunakan Presiden untuk menunjuk calon Kapolri merupakan suatu kewajaran.
“Penunjukan itu kan hak prerogatif, dulu Pak (Jenderal Pol. Sutarman) juga ajudannya Gus Dur. Jadi, kalau dilihat dari sisi kedekatan sah-sah saja,” jelasnya.
Tjahjo mengatakan penunjukan Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden, seperti halnya pengangkatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), KSAU dan KSAL.
Sehingga, lanjut dia, tidak menjadi masalah jika Presiden Joko Widodo tidak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Saya kira tidak akan merusak citra pemerintahan Jokowi, bisa dibuktikan sendiri,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh: