Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, memburu perampok spesialis toko yang kerap menggunakan senjata tajam dalam melancarkan aksinya.
“Laporan terakhir masuk pada Sabtu (10/1). Peristiwa tersebut terjadi di Toko King Jaya, Jalan Hangtuah, Nomor 45, Kelurahan Rejo Sari, Kecamatan Tenayanraya, Pekanbaru,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo ketika dihubungi, Senin (12/1).
Dia mengatakan, perampokan itu terjadi pukul 21.30 WIB ketika korban hendak menutup tokonya. Ketika itu, menurut laporan korban, pelaku yang seorang diri mendatanginya dengan menggunakan sepeda motor jenis bebek.
“Malam itu, korban langsung diancam oleh tersangka menggunakan senaja tajam sejenis parang. Korban sempat melakukan perlawanan hingga pelaku membacok tangan korban dan memukul kepala korban hingga terjatuh,” kata dia.
Menurut sejumlah saksi, kejadian itu terekam oleh kamera pemantau yang terpasang di depan dan di dalam toko milik korban. Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat tersangka yang melukai korbannya kemudian menggasak uang tunai yang berada di dalam brankas toko.
Rekaman tersebut juga mendeteksi nomor polisi pada kendaraan pelaku yakni BM 2452 tanpa nomor seri. “Anggota sejauh ini masih memburu pelaku. Kuat dugaan pelaku memang spesialis toko.”
Menurut catatan Kepolisian Daerah Riau, kasus pencurian dengan kekerasan cenderung mengalami peningkatan dan nyaris setiap bulan terjadi di berbagai wilayah kabupaten atau kota di Riau. Bahkan selama Januari hingga Desember 2014 telah terjadi 341 kasus pencurian disertai kekerasan atau curas di berbagai wilayah kabupaten-kota di provinsi ini.
“Menurut laporan, Pekanbaru menjadi daerah tertinggi yang terdapat kasus tersebut dengan 74 kejadian,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Arif Rahman Hakim.
Dia mengatakan, sebagian besar kasus pencurian disertai kekerasan terjadi di wilayah tengah kota dengan para korbannya adalah pemilik toko atau pusat perbelanjaan, termasuk mini market. Sedangkan kejahatan curas yang terjadi di pertokoan atau pusat perbelanjaan itu, menurut dia, mencapai 40 persen atau sekitar 28 kasus.
Kemudian dari 74 kasus curas yang terjadi di Pekanbaru itu, lanjut dia, sebanyak 41 kasus di antaranya telah berhasil diungkap. Namun, ada 55,4 persen kasus yang sudah berhasil diungkap khusus untuk Polresta Pekanbaru.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















