Jakarta, Aktual.co — Otoritas Jasa Keuangan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan program Jangkau, Sinergi dan Guideline (Jaring) dengan menggandeng bank, lembaga pembiayaan, perusahaan asuransi dan Kadin untuk meningkatkan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan.
“Program Jaring bertujuan menjawab kebutuhan pemangku kepentingan (stakeholders) terhadap informasi tentang database kelautan dan perikanan, skim pembiayaan, pemetaan risiko bisnis dan dukungan regulasi dari otoritas terkait,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam konferensi pers Program Jaring (Jangkau, Sinergi, dan Guideline) di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta, Kamis (7/5).
Target utama program Jaring adalah peningkatan pembiayaan di sektor kelautan dan perikanan yang terus bertumbuh dan mendorong perluasan akses masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.
Muliaman Hadad juga mengharapkan program Jaring dapat mendorong pemahaman pelaku jasa keuangan terhadap bisnis sektor kelautan dan perikanan yang lebih baik sekaligus memperbaiki tingkat kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha mikro dan kecil.
Kemudian, menambah jumlah lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jaring ini sebetulnya informasi yang bisa dimanfaatkan kalangan pengusaha, perbankan mauoun industri keuangan nonbank tentang prospek yang ada di kemaritiman,” ujarnya.
Ia mengatakan kekurangan informasi menjadi salah satu hal yang mendasari diterbitkannya buku Jaring.
Dengan adanya buku itu, para pelaku usaha dapat memahami kondisi sektor kemaritiman, perikanan dan kelautan termasuk industri keuangan dapat mendorong pembiayaannya.
“Karena luasnya area kemaritiman itu ada satu hal yang perlu kita isi yaitu informasi yang kurang bagi pengusaha dan industri keuangan terkait berbagai macam aspek dan seluk beluk tentang kemaritiman,” ujarnya.
Sediakan infrastruktur Sasaran jangka pendek program Jaring adalah menyediakan infrastruktur kepada sektor jasa keuangan dalam meningkatkan pembiayaan kepada sektor kelautan dan perikanan sebesar 50 persen pada 2015 melalui berbagai upaya.
Upaya itu antara lain penyediaan data dan informasi yang komprehensif mengenai sektor kelautan dan perikanan kepada sektor jasa keuangan yang dituangkan dalam bentuk buku yang disebut Buku Jaring.
Buku itu berisikan data dan informasi potensi bisnis dan peta risiko, model bisnis, dan skim pembiayaan kepada sektor kelautan dan perikanan.
“Buku jaring ini sebenarnya pegangan untuk area apa saja yang bisa dibiayai,” tutur Muliaman.
Kemudian, upaya dalam ketersediaan regulasi yang kondusif bagi pembiayaan sektor jasa keuangan kepada sektor kelautan dan perikanan serta sosialisasi program Jaring melalui kegiatan “kick-off” Program Jaring di Makassar, Sulawesi Selatan pada 11 Mei 2015 dan serangkaian sosialisasi yang dilaksanakan OJK.
Dalam mewujudkan sasaran jangka pendek itu, sebanyak delapan bank pelopor pembiayaan pada sektor kelautan dan perikanan yang merupakan bank pasangan program Jaring yakni Bank Rakyat Indonesia dan Bank Negara Indonesia.
Kemudian, Bank Mandiri, Bank Danamon Indonesia, Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Bank Permata, Bank Bukopin dan Bank Pembangunan Daerah Sulselbar.
Selain dari perbankan, komitmen meningkatkan pembiayaan sektor kelautan dan perikanan juga diberikan oleh industri keuangan nonbank (IKNB) melalui konsorsium perusahaan pembiayaan, asuransi jiwa, asuransi umum dan penjaminan.
Selanjutnya, sasaran jangka menengah dan panjang mulai 2016 adalah mendorong peningkatan pembiayaan sektor jasa keuangan kepada sektor kelautan dan perikanan secara bertahap melalui perluasan pembiayaan ke seluruh sektor maritim yang mencakup jasa kelautan.
Kemudian, transportasi laut, bangunan kelautan, industri maritim, wisata bahari dan energi serta sumber daya mineral.
Peningkatan kemampuan sumber daya manusia konsultan keuangan mitra bank, nelayan, dan sektor jasa keuangan melalui pelatihan bersertifikat yang diselenggarakan OJK Institute.
Selanjutnya, program edukasi dalam rangka peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya di sektor kelautan dan perikanan terhadap produk dan jasa dari sektor jasa keuangan.
Total pembiayaan ke delapan bank dan konsorsium IKNB pada sektor kelautan dan perikanan periode Desember 2014 adalah Rp10,8 triliun dengan komitmen pertumbuhan pembiayaan ke sektor kelautan dan perikanan sampai Desember 2015 sebesar Rp7,2 triliun atau rata-rata pertumbuhan sebesar 66,2 persen.
Komitmen tambahan pembiayaan itu akan meningkatkan porsi pendanaan perbankan pada sektor kelautan dan perikanan yang mana per Desember 2014 mencapai Rp17,9 triliun atau sebesar 0,49 persen dari total pembiayaan perbankan nasional.
Sementara itu, pembiayaan industri keuangan non bank kepada sektor perikanan dan kelautan pada 2014 mencapai Rp1,7 triliun atau sebesar 0,7 persen dari total pembiayaannya.
Ia mengatakan ada kemungkinan untuk kemudian membahas panduan atau guideline untuk mendorong pembiayaan di sektor lainnya seperti sektor pangan dan perindustrian sesuai dengan kebutuhan.
Nawacita Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis menambahkan program Jaring diperuntukkan untuk mendukung program Nawa Cita.
“Ini sesuai dengan program nawacita yang salah satunya untuk membangun kemandirian ekonomi melalui peningkatan produksi di sektor perikanan dan kemaritiman Dengan meningkatnya pembiayaan di sektor perikanan, kelautan dan kemaritiman, maka dapat mendorong perekonomian nasional.
“Ini upaya bagaimana kita bisa mengidentifikasi kebutuhan untuk mempercepat akselerasi pembiayaan sektor perikanan, kelautan dan kemaritiman,” ujarnya Selain itu, buku Jaring itu akan mencakup berbagai data dan informasi terkait potensi kelautan model bisnis serta berbagai upaya untuk mendorong pembiayaan di sektor kelautan, kemaritiman dan perikanan.
Program Jaring merupakan program inisiatif Otoritas Jasa Keuangan untuk menjangkau sektor kelautan dan perikanan, dengan cara bersinergi dengan pelaku jasa keuangan termasuk asosiasi, dengan sasaran akselerasi pertumbuhan di sektor kelautan dan perikanan melalui pembuatan “guideline” kepada sektor jasa keuangan.
Artikel ini ditulis oleh:














