Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengakui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang jadi program unggulan saat kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI bersama Joko Widodo, bermasalah.
“KJP sudah bermasalah sejak dulu,” ujar Ahok, di Balai Kota, Kamis (7/5).
Ahok beralasan, dana yang disalurkan melalui program KJP selama ini lebih sering digunakan untuk keperluan-keperluan lain di luar keperluan pendidikan. “Emak bapaknya yang tarik duitnya,” tuduhnya.
Mulai tahun ini, Ahok mengklaim akan memperketat penyaluran dan pengawasan KJP.
Sebelumnya dana bantuan pendidikan sebesar Rp180.000 hingga Rp240.000 bisa ditarik secara langsung melalui ATM dari rekening siswa penerima bantuan. Maka mulai tahun ini, dana bantuan itu tidak akan lagi bisa ditarik melalui ATM, namun hanya bisa digunakan untuk secara langsung melakukan pembelian barang-barang yang berhubungan dengan kebutuhan pendidikan siswa.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid
















