Denpasar, Aktual.co — Bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik sudah dijebloskan ke tahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi.
Meski terbelit masalah serius, namun Jero Wacik tetap menjadi pemuka agama di kampung halamannya, Kabupaten Bangli, Bali, tepatnya di Pura Bukit Mentik.
Kerabat Jero Wacik, I Nengah Martono menuturkan meski kini menyandang status tersangka kasus korupsi, namun status Jero Wacik sebagai pemimpin ritual keagaman di pura tak bisa dicopot begitu saja.
“Beliau tetap pemangku (pemimpin ritual keagamaan di pura). Status yang disandang beliau bukan karena ditunjuk oleh warga, tetapi dari Tuhan Yang Maha Esa,” kata Martono, Kamis (7/5).
Di manapun berada, sambung dia, Jero Wacik tetap memiliki peranan penting dalam proses ritual keagamaan di Pura Bukit Mentik.
“Di mana pun beliau berada, status kepemangkuan akan tetap melekat. Dan, beliau memegang peranan vital dalam ritual di Pura Bukit Mentik, utamanya saat Purnama Sasih Kalima bertepan Pujawali (upacara),” kata dia.
Sementara itu, Martono mengaku keluarga akan menggelar persembahyangan untuk mendokan Jero Wacik yang tengah terbelit kasus serius. “Kita akan nunas ica kepada Hyang Kawitan (memohon doa pada Tuhan) agar beliau tabah menjalani cobaan itu. Kami berharap beliu mendapatkan sinar suci sehingga terbebas dari kasus hukum tersebut,” kata dia.
Kendati begitu, Martono mengaku hingga kini pihaknya belum mengumpulkan keluarga untuk membahas tindakan selanjutnya. Dia pun belum tahu kapan keluarga akan ke Jakarta menengok Jero Wacik.
“Sejauh ini kita hanya diminta berdoa saja. Kita belum rembug keluarga untuk langkah selanjutnya,” kata Martono.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















