Jakarta, aktual.com – Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bersama International Labour Organization (ILO) akan menyusun peta jalan atau roadmap reintegrasi bagi pekerja migran Indonesia (PMI) setelah kembali ke Tanah Air.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani dengan Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh, di Jakarta, Senin (5/1/2026).
“Seperti apa roadmap yang paling baik? Roadmap reintegrasi ini menjadi penting untuk memastikan PMI tidak hanya terlindungi saat bekerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kepastian masa depan ketika kembali ke Tanah Air. Apakah melalui wirausaha, bekerja di pasar kerja dalam negeri, atau opsi-opsi lainnya,” ujar Christina, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (5/1/2026).
Christina menjelaskan, penyusunan roadmap tersebut membutuhkan pemetaan yang jelas, mulai dari peran kementerian dan lembaga terkait, bentuk kolaborasi dengan pemerintah daerah, hingga skema implementasi yang realistis dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan itu, ia juga menyoroti peran Migrant Workers Resource Center (MWRC) yang selama ini didukung oleh ILO dan telah diintegrasikan ke dalam layanan terpadu, seperti Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) serta mal pelayanan publik di sejumlah daerah.
“Salah satunya di Cirebon, Jawa Barat, yang sudah berjalan dengan baik dan diakses oleh masyarakat. Model layanan ini efektif mendukung migrasi aman sekaligus dapat menjadi bagian penting dari ekosistem roadmap reintegrasi,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.
Selain isu reintegrasi, diskusi juga membahas pelindungan anak buah kapal (ABK) migran yang dinilai memiliki tantangan khusus. Christina menekankan perlunya penguatan kapasitas serta pertukaran pengetahuan dengan negara-negara penempatan pekerja migran yang telah memiliki praktik baik.
“ABK ini memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks. Karena itu, kami melihat pentingnya pembelajaran dari negara lain agar pelindungan bisa diimplementasikan lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh, menyatakan komitmen ILO untuk mendukung Indonesia dalam penyusunan roadmap reintegrasi sebagai salah satu prioritas kerja sama pada 2026.
Ia menambahkan, roadmap tersebut juga akan memperkuat koordinasi penanganan kasus eksploitasi pekerja migran di tingkat daerah, tidak hanya bagi pekerja migran, tetapi juga keluarga dan anak-anak yang ditinggalkan.
“Dengan roadmap reintegrasi ini, respons terhadap isu pekerja migran bisa dilakukan secara lebih sistematis, berkelanjutan, dan berdampak nyata,” pungkas Simrin.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano

















