Jakarta, Aktual.co — Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi mengatakan, pencarian dan evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501 tetap dilakukan pada malam hari dengan menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicles (ROV). Pencarian terus dilakukan meski kondisi air dalam keadaan gelap.

Penggunaan ‎alat itu, kata dia, tak masalah pada malam hari. Sebab, Tim SAR Gabungan memiliki senter bawah laut. Dengan catatan cuaca bersahabat.

“Malam hari kalau cuaca baik kita akan laksanakan walaupun gelap, menggunakan senter bawah laut. Cuaca baik, tenang, arus tenang kemungkinan malam hari bisa kita temukan (serpihan pesawat maupun jenazah)‎,” ujar Supriyadi di Posko Utama Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1).

Supriyadi ‎mengaku, beberapa kapal Tim SAR Gabungan sudah dilengkapi dengan ROV. Termasuk Baruna Jaya milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Namun demikian, untuk hari ini pencarian penggunaan ROV dan peralatan bawah laut lainnya memang mengalami kendala. Terutama‎ dengan tinggi dan derasnya gelombang laut.

“Ombak keras, kabel (ROV-red) putus. Kamera juga tidak bagus lawan arus butek, gambar goyang terus. Visibiliti di bawah laut membuat kesulitan alat-alat tersebut bekerja,” ujarnya.

Memasuki hari ke-7 pencarian dan evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501 ini, total sudah 30 jenazah penumpang yang ditemukan dan dievakuasi Tim SAR Gabungan. Semua jenazah yang sudah ditemukan dan dievakuasi itu kini sudah berada di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk proses identifikasi mendalam oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka