Malang, Aktual.co — Kendati harga bahan bakar minyak (BBM) diturunkan oleh Pemerintah, namun harga kebutuhan pokok di masyarakat diprediksi sulit untuk ikut turun.

Dekan Falultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nazarudin Malik, memaparkan, umumnya, harga kebutuhan pokok mengalami rigiditas (kekakuan) usai naik harga seiring melonjaknya harga BBM.

“Harga kebutuhan pokok akan sulit turun kalau sudah naik, fleksibilitas harga pokok sangat rendah,”  kata Nazarudin, Sabtu (3/1)

Faktor utama rigiditas harga, kata dia, tidak bisa dihitung dari satu item penurunan harga BBM, karena hal itu tidak akan berdampak domino seperti ketika BBM mengalami kenaikan harga.

“Ada proses produksi yang panjang, dimana penurunan harga BBM ini hanya salah satunya. Belajar dari pengalaman tren harga susah turun kalau sudah naik,” tegasnya.

Selain faktor di atas, behaviour (atau perilaku) para pedagang juga sangat berpengaruh terhadap penurunan harga. Namun, faktor ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi pedagang, karena ada mata rantai yang panjang sebelum barang sampai kepada pedagang.

“Kalau barang-barang yang sifatnya lux itu biasanya mudah naik turun harganya, tapi kalau sudah barang itu menyentuh kebutuhan masyarakat akan sulit turun, termasuk bahan pokok,” terangnya.

Seperti pada Harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang, misalnya, ternyata masih pada harga yang stagnan mengikuti kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Harga daging Sapi lulur luar (tenderloin) dari Rp98 ribu masih tetap dijual Rp102 ribu, sedangkan harga daging kualitas super (sirloin) tetap dijual Rp115 ribu.

“Kalau daging naik, biasanya akan sulit untuk turun, kami masih menjual sesuai harga lama,” kata Ida, pemilik toko daging sapi Haji Djupri.

Kenaikan harga daging sapi ini membuat penjualan masih menurun dari sebelumnya sebanyak 100 kilogram perhari menjadi 60 kilogram. Keluhan banyak disampaikan para penjual bakso terkait masih mahalnya harga daging ini.

“Banyak yang lari membeli ayam, kalau kami ikut harga pasaran saja, kalau memang harganya, turun ya kami ikut menurunkan,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh: