Arsip - Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla dalam diskusi bertajuk "Amerika dan Dunia Arab Pasca Kunjungan Presiden Donald Trump" yang digelar Forum Kramat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). ANTARA/HO-PBNU
Arsip - Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla dalam diskusi bertajuk "Amerika dan Dunia Arab Pasca Kunjungan Presiden Donald Trump" yang digelar Forum Kramat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2025). ANTARA/HO-PBNU

Jakarta, aktual.com – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil menegaskan bahwa kelompok yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama tidak memiliki kaitan struktural dengan NU sebagai organisasi kemasyarakatan Islam.

Penegasan itu disampaikan menyusul laporan pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU bersama Aliansi Muda Muhammadiyah terhadap komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya, terkait materi pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.

Gus Ulil memastikan, dalam struktur resmi NU tidak dikenal adanya lembaga atau badan bernama Angkatan Muda NU.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” kata Gus Ulil, dilansir dari NU Online, Jumat (9/1).

Menurutnya, sejak lama memang kerap muncul kelompok atau individu yang melakukan aktivitas dengan membawa-bawa nama NU. Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi besar dan terbuka.

“Tetapi sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” katanya.

Ia menjelaskan, gerakan-gerakan yang muncul dengan mengatasnamakan NU umumnya bersifat spontan dan temporer. Bahkan, tidak sedikit yang hanya bertahan dalam waktu sangat singkat.

“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU,” ujar Gus Ulil.

Lebih jauh, Gus Ulil juga menyinggung pentingnya ruang humor dalam kehidupan publik. Ia menyayangkan apabila seorang komedian yang bertugas menghibur masyarakat justru harus berhadapan dengan proses hukum.

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” katanya.

Sebelumnya, laporan terhadap Pandji dibuat oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bersama Aliansi Muda Muhammadiyah dan teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Pelapor sekaligus Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyebut laporan dilayangkan karena materi komedi Pandji dalam Mens Rea dinilai menghina dan memicu kegaduhan.

“Kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media,” kata Rizki kepada wartawan, Kamis (8/1).

“Satu orang (yang dilaporkan), seniman stand up comedian yang belakangan ini sangat ramai diperbincangkan, inisial P,” sambungnya.

Rizki juga menilai materi tersebut berpotensi memecah belah dan menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.

“Narasi fitnahnya adalah menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis yang terus kemudian ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan begitu ya imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin,” ucap dia.

Belakangan, Polda Metro Jaya membenarkan adanya laporan polisi terhadap Pandji Pragiwaksono terkait materi stand up comedy tersebut.

“Benar bahwa 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama [inisial] RARW,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto kepada wartawan.

Ia menjelaskan, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama.

“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisa barang bukti, agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan infotmasi. Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain