Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan siap bersikap kooperatif dalam penanganan dugaan suap pengurangan nilai pajak yang tengah diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sikap tersebut disampaikan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap pegawai pajak di wilayah Jakarta Utara yang turut mengamankan uang rupiah dan valuta asing.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Rosmauli menegaskan pihaknya akan bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum, termasuk dalam penyediaan data dan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“DJP siap bekerja sama secara kooperatif dengan aparat penegak hukum,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Sabtu (10/1).

Rosmauli menambahkan, DJP menghormati dan mendukung langkah KPK dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa proses penanganan perkara sepenuhnya menjadi kewenangan KPK, sementara DJP tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah selama proses hukum berjalan.

Di sisi lain, DJP menekankan komitmennya dalam menjaga integritas dan akuntabilitas organisasi, serta menerapkan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk korupsi, gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan pelanggaran kode etik.

Apabila dalam proses hukum terbukti terjadi pelanggaran, DJP memastikan akan menjatuhkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Termasuk pemberhentian terhadap pegawai atau pejabat yang terlibat,” tegas Rosmauli.

Selain itu, DJP juga mengimbau seluruh jajarannya agar senantiasa menjaga integritas, mematuhi kode etik, serta menjauhi segala bentuk gratifikasi maupun praktik yang bertentangan dengan peraturan.

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah melakukan OTT pertama pada tahun 2026 yang menyasar pegawai Kementerian Keuangan, tepatnya di Kantor Wilayah DJP Jakarta Utara. Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain