Jakarta, Aktual.co — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyatakan rokok merupakan penyumbang tingkat kemiskinan terbesar setelah beras, di provinsi tersebut.
“Jika Pemerintah Aceh menyubsidi rokok dan beras, maka tingkat kemiskinan Aceh langsung turun drastis,” kata Kepala BPS Aceh Hermanto di Banda Aceh, Jumat (2/1).
Hermanto menyebutkan, tingkat kemiskinan Aceh hingga September 2014 mencapai 16,98 persen. Atau dari lima juta lebih penduduk Aceh, 837 ribu orang diantaranya berada di bawah garis kemiskinan.
Dari sejumlah komoditi penyumbang tingkat kemiskinan, beras berada di posisi tertinggi. Beras memberi andil tingkat kemiskinan sebesar 34,73 persen untuk masyarakat perkotaan dan 41,25 persen untuk perdesaan.
Sedangkan rokok, berada di urutan dua dengan andil 14,10 persen untuk perkotaan dan 12,19 persen untuk masyarakat perkotaan. Sementara, komoditi lainnya ikan, gula pasir, cabai, dan lainnya memberi andil antara 2,28 persen hingga 8,56 persen.
“Jadi, untuk mengurangi tingkat kemiskinan ini, pemerintah daerah di Aceh perlu menggencarkan kampanye antirokok. Rokok bukan hanya berbahaya bagi kesehatan, tetapi juga memiliki andil memiskinkan masyarakat,” kata dia.
Sedangkan komoditi bukan makanan yang memberi andil tertinggi untuk tingkat kemiskinan adalah perumahan sebesar 21,83 persen di perkotaan dan 20,13 persen di perdesaan.
Sementara, komoditi lainnya seperti pakaian, bensin, dan listrik, memberi andil antara 7,32 persen hingga 12,48 persen di perkotaan, dan 6,28 persen hingga 10,08 persen, papar Hermanto.
Artikel ini ditulis oleh:

















