Denpasar, aktual.com – Dalam konflik politik global, Indonesia harus konsisten mempertahankan sikap sebagai pendukung perdamaian abadi sebagaimana amanat konstitusi.
“Konflik global kini mesti diletakkan dalam konteks perdamaian abadi dan keadilan sosial yang merepresentasi tujuan fundamental negara Indonesia dalam Pembukaan UUD 1945,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Kedaulatan Negara dan Kepentingan Nasional dalam Operasi Militer Amerika di Venezuela yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (14/1)
Diskusi yang dimoderatori Luthfi Assyaukanie, Ph.D (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Prof. Connie Rahakundini Bakrie (Guru Besar St. Petersburg State University Rusia), Andi Widjajanto (Pengamat Pertahanan), dan Ririn Tri Nurhayati, Ph.D (Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada/UGM).
Selain itu, hadir pula Andrew W. Mantong (Peneliti Hubungan International – Centre for strategic and International Studies/CSIS) sebagai penanggap.
Menurut Lestari, konflik antarnegara, seperti yang terjadi antara Amerika Serikat dan Venezuela, berdampak ke sejumlah sektor di berbagai negara dunia, termasuk Indonesia.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa
menyikapi realitas politik global saat ini, Indonesia perlu mewaspadai bagaimana pergeseran kekuatan global itu memengaruhi stabilitas ekonomi.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, Indonesia mesti realistis menghadapi berbagai dampak pergeseran politik global yang secara signifikan akan terjadi pada tahun 2026.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap, dampak operasi militer Amerika Serikat di Venezuela bisa segera diantisipasi dengan sejumlah langkah dan sikap tepat yang mengedepankan perdamaian dunia dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Guru Besar St. Petersburg State University Rusia,
Prof. Connie Rahakundini Bakrie berpendapat Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu tidak anti-institusi, tetapi anti-pembatasan.
Sehingga, tambah Connie, bagi Trump hubungan multilateral jadi semacam rintangan.
Menurut Connie, kedaulatan sebuah negara saat ini sangat kondisional, bagi negara-negara yang kuat.
Menghadapi kondisi tersebut, ujar Connie, Indonesia harus mampu beradaptasi.
Sehingga, tambah dia, sangat diperlukan orang yang tepat di bidang tepat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki negara.
Karena, ujar Connie, sejumlah isu terkait sumber daya alam, HAM, dan sejumlah isu strategis lainnya, dapat dijadikan alasan bagi negara yang kuat untuk melakukan intervensi.
Selain itu, tegas Connie, kohesi internal dan struktur pemerintahan yang kuat harus diwujudkan.
Artikel ini ditulis oleh:
Tino Oktaviano

















